Karhutla Sumatera: 22 Helikopter Dikerahkan, Asap Mulai Ganggu Penerbangan

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan menyiagakan 22 helikopter untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera. Langkah ini diambil menyusul ancaman kabut asap yang mulai menekan kualitas udara dan mengganggu jarak pandang penerbangan di sejumlah provinsi.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per Minggu, 30 Agustus 2026, titik panas (hotspot) berkepercayaan tinggi (high confidence) di Sumatera terdeteksi di Sumatera Selatan sebanyak 36 titik dan Jambi satu titik, sedangkan Riau tercatat nol titik.

Kendati indikasi hotspot menurun, operasi pemadaman di lapangan tetap berlangsung intensif. Pemadaman aktif saat ini berjalan di 13 lokasi di Sumatera Selatan, sembilan lokasi di Jambi, delapan lokasi di Riau, dan satu lokasi di Sumatera Utara.

Baca juga:  BPGMN Dorong Pemberdayaan Masyarakat dalam Restorasi Gambut dan Mangrove

Asap Ganggu Bandara Palembang dan Jambi

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD mengandalkan 22 helikopter khusus untuk operasi water bombing serta patroli udara di sebaran titik rawan Sumatera.
Dampak karhutla kini mulai merembet ke sektor transportasi udara. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, mencatat penurunan jarak pandang (visibility) akibat asap di beberapa bandara utama:
– Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang): Terpantau berasap dengan jarak pandang terbatas hingga 4 kilometer pada pukul 07.30 WIB.

Baca juga:  Indonesia -Australia Latihan Militer Keris Woomera 2026 Resmi Dimulai: Perkuat Daya Tangkal dan Interoperabilitas di Indo-Pacific

– Bandara Sultan Thaha (Jambi): Diselimuti asap dengan jarak pandang mencapai 5 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Selain mengganggu aktivitas penerbangan, indeks kualitas udara di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan berada pada kisaran Sedang, Tidak Sehat, hingga Sangat Tidak Sehat.

Ancaman Belum Berakhir

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penurunan jumlah hotspot tidak berarti risiko karhutla telah usai. Pemantauan ketat dan operasi darat terus diperkuat di wilayah-wilayah yang masih mengindikasikan adanya titik api.

Baca juga:  PLN Batam Beri Kompensasi Korban Blackout, Polisi Usut Kejanggalan di Gardu Sei Harapan

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan indikasi karhutla, masyarakat dapat melapor melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan via telepon (021-5704618), WhatsApp (+62 8131-00-35000), atau posko.karhutla@kehutanan.go.id. (SN08)

Berita Terbaru

Pengelolaan Dana BOS SMKN 3 Padangsidimpuan Dipertanyakan: Biaya Praktik Minim, Siswa Malah Dibebani Biaya Tambahan

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di...

Pasca Kebakaran Mobil: SPBU Manunggang Kini Disorot, Aktivis Desak Usut Sumber Pasokan BBM Ilegal

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Insiden kebakaran mobil yang diduga mengangkut BBM...

Desain Kebun Kopi Agroforestri Yang Adaptif Iklim

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran Praktisi Program Konservasi Alam & Lingkungan...

Peringati Hari Santri 2026, Sekda Padangsidimpuan Ajak Santri Kuatkan Ilmu, Akhlak, dan Integritas

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Mewakili Wali Kota Padangsidimpuan, Sekretaris Daerah Kota...

Wabup Madina Saksikan Pemusnahan Barang Bukti oleh Kejari

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina)...

Berita Terkait