Penulis: Rasyid Assaf Dongoran
Membaca zikir tentu bukan cuma sekadar melafalkan kata-kata di mulut. Lebih dari itu, zikir adalah cara kita menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Di antara banyak kalimat pujian, kalimat Subhanallahi rabbil ‘alamin (سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) punya makna yang sangat istimewa. Artinya: “Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
Kalimat ini bukan sekadar ucapan biasa. Lewat kalimat ini, kita mengakui bahwa Allah itu Maha Sempurna, bersih dari segala kekurangan, dan Dialah satu-satunya yang mengatur seluruh isi alam raya ini.
Lalu, dari mana asal-usul kalimat ini, bagaimana jejak akarnya di dalam Al-Qur’an, dan apa saja keuntungannya kalau kita amalkan? Berikut penjelasan lengkapnya.
Asal-Usul dari Hadis Sahih
Kisah di balik zikir ini bersumber dari sahabat Nabi yang mulia, Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu.
Dikisahkan bahwa ada seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah SAW dan minta diajarin kalimat zikir singkat yang bisa rutin ia baca sehari-hari.
Mendengar permintaan itu, Rasulullah SAW kemudian mengajarkan kalimat-kalimat yang luar biasa ini:
> قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Qul: Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīkalah, allāhu akbaru kabīrā, walhamdu lillāhi Katsīrā, subhānallāhi robbil ‘ālamīn, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘azīzil hakīm.”
“Ucapkanlah: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Setelah mendengar ajaran itu, orang Badui tersebut sempat bertanya dengan polos, “Itu semua pujian buat Tuhan, terus bagian buat doa saya di mana?”
Mendengar pertanyaan itu, Nabi SAW tersenyum lalu melengkapinya dengan doa untuk kebutuhan hidup sehari-hari:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي
“Allāhummaghfir lī, warhamnī, wahdinī, warzuqnī.”
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.”
Begitu orang itu mengamalkannya dan beranjak pergi, Rasulullah SAW bersabda dengan penuh apresiasi: “Sungguh, orang itu telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan.” (HR. Muslim no. 2696, Abu Dawud no. 832, dan Ahmad; disahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Jejak Akar Kata di Dalam Al-Qur’an
Meskipun rangkaian lengkap zikir “Subhanallahi rabbil ‘alamin” diajarkan oleh Rasulullah SAW melalui hadis (sunnah), akar kata dan komponen pembentuk kalimat tersebut sebenarnya merupakan fondasi teologis yang sangat sering diulang di dalam Al-Qur’an:
Frasa “Rabbil ‘alamin” (Tuhan Semesta Alam)
Ungkapan ini adalah salah satu penyebutan agung yang menegaskan bahwa Allah SWT adalah Pemilik, Penguasa, dan Pengatur seluruh alam raya.
Surah Al-Fatihah Ayat 2:
> اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Al-ḥamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Surah Al-A’raf Ayat 54:
> اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Alā lahul-khalqu wal-amr, tabārakallāhu rabbul ‘ālamīn.
“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
Konsep Pensucian Allah (Subhanallah / Subhanahu)
Kata Subhanallah digunakan untuk menyucikan Allah dari segala bentuk kelemahan atau sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Surah As-Saffat Ayat 159:
> سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn.
“Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.”
Surah Al-Hashr Ayat 23:
> …سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
..subḥānallāhi ‘ammā yushrikūn.
“…Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Keutamaan dan Manfaat Mengamalkannya
Dari tuntunan tersebut, para ulama menjelaskan ada banyak kebaikan yang bisa kita dapatkan jika rutin mengamalkannya:
Mengingat Kebesaran Allah: Mengucapkan Subhanallah berarti membersihkan nama Allah dari segala sifat buruk, lalu dipertegas dengan keyakinan bahwa Dialah pengatur seluruh alam (Robbil ‘alamin).
Kumpulan Doa Terbaik: Rangkaian ini berisi kalimat-kalimat pilihan yang sangat dicintai Allah, mulai dari mengesakan Allah, bertakbir, bertahmid, bertasbih, hingga berserah diri.
Paket Lengkap untuk Dunia dan Akhirat: Selain memuji kebesaran Allah, kita juga diajak berdoa untuk kebutuhan diri sendiri (minta ampunan, kasih sayang, petunjuk hidup, dan rezeki). Jadi, urusan ibadah dapat, kelancaran hidup sehari-hari pun ikut tersampaikan.
Penutup
Dari ajaran sederhana ini, kita bisa belajar bahwa Islam adalah agama yang sangat seimbang. Kita diingatkan untuk rajin mengingat dan memuji Allah, tapi di sisi lain kita juga tetap dianjurkan untuk berdoa memohon kebaikan dan rezeki untuk kehidupan kita.
Di tengah kesibukan dan berbagai tekanan hidup saat ini, melantunkan zikir ini bisa jadi penenang hati. Bikin jiwa kita tetap tenang, dekat dengan Sang Pencipta, sekaligus membuat kita tetap semangat menjalani hari-hari serta ikhtiar mencari keberkahan hidup.