Liberman Klaim AS Akan Akui Negara Palestina dalam Dua Tahun ke Depan

SUMUTNEWS.CO, Yerusalem — Pemimpin oposisi Israel sekaligus mantan Menteri Pertahanan Avigdor Liberman membuat pernyataan mengejutkan di Universitas Reichman, Jumat (9/10/2026).

Ia mengklaim Amerika Serikat akan mengakui negara Palestina secara penuh dalam sekitar dua tahun mendatang, setelah berakhirnya masa jabatan Presiden Donald Trump saat ini.

Menurut Liberman, pengakuan itu akan mencakup seluruh Tepi Barat, Lembah Yordan, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur.

Ia mengaku telah berbicara dengan pejabat Departemen Luar Negeri AS dan Dewan Keamanan Nasional, serta menyatakan bahwa “semua pihak mendukung pengakuan negara Palestina.”

Baca juga:  Rusia Klaim Ukraina Serang Fasilitas PLTN Zaporizhzhia, Satu Orang Tewas

“Saya katakan dengan keyakinan 200 persen, Amerika akan memimpin pengajuan resolusi di Dewan Keamanan PBB, dan Palestina akan menjadi negara dalam segala arti kata yang sesungguhnya serta anggota penuh PBB,” ujarnya sebagaimana dilansir The Jerusalem Post.

Karena AS merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, dukungannya sangat krusial bagi status keanggotaan penuh Palestina di dunia internasional.

Liberman juga menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengetahui rencana tersebut namun membiarkannya berjalan.

Baca juga:  1 Tahun Genap Gencatan Senjata Gaza Disebut Tinggal Nama, 100 Organisasi Kecam Krisis Kemanusiaan yang Belum Usai

“Pendekatan keluarga Netanyahu adalah jika Bibi bukan perdana menteri, maka biarlah negara ini hancur,” tegasnya. Ia menantang Netanyahu untuk menuntutnya dan berjanji melepaskan hak imunitas parlemen jika hal itu dilakukan.

Hingga saat ini, Palestina telah diakui oleh 157 negara anggota PBB. Berstatus sebagai negara pengamat nonanggota permanen sejak 2012, gelombang pengakuan semakin menguat dalam dua tahun terakhir:

  • 2024: Spanyol, Irlandia, Norwegia, Slovenia, dan Armenia
  • 2025: Inggris, Australia, Kanada, Portugal, dan Prancis
Baca juga:  Tiga Tahun Perang di Gaza: Ratusan Jurnalis Tewas Tanpa Hukuman, IFJ Serukan Solidaritas Global

Namun sejumlah negara besar seperti AS, Jerman, Italia, Jepang, dan Korea Selatan belum memberikan pengakuan resmi.

Posisi AS selama ini menjadi penentu utama langkah diplomatik Palestina menuju kedaulatan penuh di forum dunia. (SN/RP)

Berita Terbaru

Tanggapi Polemik Ijazah Gibran dan Isu Politik, Bobby Nasution: Fokus Saja pada Kebutuhan Dasar Masyarakat

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Menanggapi berbagai diskursus politik yang menyertai...

Tembakan Israel di Gaza Tengah Tewaskan Satu Warga Palestina

SUMUTNEWS.CO, Gaza — Seorang warga Palestina tewas dan beberapa...

Antisipasi Kabut Asap, Dinkes Paluta Bagikan 1.500 Masker Gratis kepada Masyarakat

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten...

PAPPRI Madina Mulai Syuting Video Klip “PAPPRI Madina Berjaya”, Wadah Persatuan Seniman Musik Lokal

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu,...

Wujudkan Layanan Aman dan Tepercaya, PLN Icon Plus Sumbagut Ingatkan Pentingnya Verifikasi Petugas

Sumutnews.co, Medan— PLN Icon Plus melalui Regional Strategic Business...

Berita Terkait