Musim Panen Zaitun Berdarah, Kabinet Palestina Catat 102 Serangan Pemukim dalam Dua Minggu Terakhir

SUMUTNEWS.CO, Ramallah – Kabinet Palestina dalam sidang mingguannya di Ramallah, Selasa (6/10/2026), memperingatkan meningkatnya gelombang kekerasan oleh kelompok pemukim Israel bertepatan dengan dimulainya musim panen zaitun.

Dalam dua minggu terakhir, tercatat 102 serangan terhadap petani, 2.204 pohon zaitun dicabut atau dirusak, dan kerugian ditaksir mencapai sekitar 2 juta shekel. Empat warga dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Kabinet juga kembali menyerukan agar aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza segera diperluas, seiring perang genosida yang tak kunjung usai dan akan segera memasuki tahun keempatnya.

Jumlah korban tewas kini mencapai 74.245 orang, dengan 175.267 lainnya menderita luka-luka. Satu warga baru saja gugur akibat serangan artileri Israel di Kota Gaza.

Baca juga:  Riyad Mansour di PBB: Palestina Tak Bisa Dihapus dari Agenda Dunia

Bantuan pangan, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan tempat tinggal sangat mendesak bagi warga yang menghadapi musim dingin di tengah reruntuhan.

Berbagai pelanggaran terus terjadi di sejumlah wilayah Tepi Barat, seperti di Anza, selatan Jenin, buldoser Israel meratakan lahan dan mencabut pohon zaitun.

Kemudian, komunitas Badui di timur Yerusalem dipaksa mengungsi oleh pasukan pendudukan. Di Aqraba, selatan Nablus, seorang pemuda ditembak dan tiga lainnya dipukuli, termasuk seorang fotografer jurnalistik.
​
Selanjutnya, puluhan pemukim menyerbu lahan warga di Ramin, timur Tulkarm, dan mencuri hasil panen zaitun dan Israel merebut lahan seluas 741 meter persegi di lingkungan al-Jabriyat, Jenin.
​
Berikutnya, pasukan pendudukan mengubah rumah warga di Sa’ir, Hebron, menjadi pos militer dan di selatan Hebron, sepasang suami-istri terluka akibat serangan pemukim; petani juga diserang di utara Salfit.

Baca juga:  45 Kota di Maroko Serentak Turun ke Jalan, Bela Palestina dan Tolak Normalisasi

Serikat Jurnalis Palestina pun mengutuk meningkatnya penargetan terhadap jurnalis di tengah situasi yang semakin sulit tersebut.

Di sisi lain, Kabinet Palestina menyetujui sejumlah kebijakan strategis, yakni meluncurkan Inisiatif Layanan Terpadu (One-Stop Shop), diawali uji coba di Kafriyat, Tulkarm, akhir tahun ini.
​
Lalu, menyelesaikan pembahasan RUU Kemitraan Publik-Swasta, kini diserahkan kepada Presiden untuk disahkan dan memberikan wewenang pengumpulan pajak properti kepada empat kotamadya baru, sehingga total menjadi 39 kotamadya.
​
Kebijakan strategis lainnya, yaitu mempersiapkan program Hari Warisan Palestina, termasuk peluncuran Daftar Nasional Warisan Budaya Takbenda. (SN/WF)

Berita Terbaru

Bupati Madina Minta KONI Siapkan Cabor Unggulan untuk Porprov 2026

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah...

Beredar Narasi Jenderal Houthi Kabur Menyamar Pakai Pakaian Wanita, Belum Ada Verifikasi Resmi dan Diduga Hoaks

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Unggahan yang mengklaim seorang komandan tinggi...

Anatomi Aroma, Kesehatan Genital, dan Panduan Teknis Keintiman Suami Istri

Penulis: Nilawati Laurence Pengantar Di dalam ruang privat pernikahan, perbincangan mengenai...

AI Hanya Juru Ketik & Pembantu Penyusunan: Saat Gagasan dan Editing Mutlak Tetap di Tangan Manusia

Oleh: Nilawati Lawrence Gempuran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam...

Gudang Dekorasi Pernikahan di Medan Johor Ludes Terbakar, Kerusakan Capai 80 Persen

SUMUTNEWS.CO, Medan — Kebakaran besar melanda sebuah gudang penyimpanan...

Berita Terkait