SUMUTNEWS.CO, Ramallah — Gelombang kekerasan terhadap warga Palestina terus meningkat di Tepi Barat yang diduduki. Dalam rentang waktu yang berdekatan, dua insiden terpisah mencuat, yaitu serangan terhadap petani zaitun di kawasan Ramallah, serta penembakan dan penangkapan terhadap pemuda di wilayah Jenin.
Pada Sabtu (17/10/2026), warga koloni Israel menyerang petani zaitun beserta aktivis pendamping mereka di Deir Jarir, timur laut Ramallah.
Di bawah perlindungan pasukan pendudukan, warga koloni menembakkan peluru tajam untuk mengintimidasi dan memaksa petani meninggalkan ladang.
Sehari sebelumnya, tiga warga Palestina telah terluka dalam serangan serupa.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mencatat 34 insiden serangan dalam satu hari, di antaranya, 15 di Ramallah dan al-Bireh, 13 di Nablus, 2 di Salfit dan Jenin serta 1 di Tulkarm dan Hebron.
Serangan mencakup pemukulan, pengusiran paksa, pencurian hasil panen, hingga pembakaran pohon zaitun dan kendaraan.
Di kawasan dekat Jenin, pasukan pendudukan menembak seorang pemuda Palestina dan menahan tiga orang lainnya pada dini hari Sabtu.
Penangkapan terjadi di Bundaran Asfour, Qabatiya, saat pasukan menargetkan kendaraan yang mereka tumpangi.
Ketiga pemuda diidentifikasi sebagai Mohammad Faisal Zakarneh, Majd Hani Zakarneh, dan Abdullah Ahmad Zakarneh.
Situasi diperparah ketika pasukan pendudukan menghalangi tim Bulan Sabit Merah Palestina memberikan pertolongan medis kepada salah satu tahanan yang terluka. Kendaraan yang ditumpangi juga disita.
“Kekerasan yang menimpa warga Palestina tidak memandang waktu maupun tempat baik saat bekerja memanen hasil bumi maupun saat berada di perjalanan,” ungkap salah satu sumber lokal. (SN/WF)
