Peristiwa Penting 28 September, Indonesia Kembali Jadi Anggota PBB

SUMUTNEWS.CO – Jakarta | Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan di San Francisco, Amerika Serikat pada 24 Oktober 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II. Namun, Sidang Majelis Umum yang pertama baru diselenggarakan pada 10 Januari 1946 di Church House, London yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 51 negara.

Perjalanan Indonesia di PBB tentulah sangat panjang. Bagaimana perjalanannya? Tahun 14 Agustus 1947, Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim hadir dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Kemudian, di tanggal 28 September 1950 Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 melalui Resolusi Majelis Umum PBB. Di tanggal 8 Januari 1957, Indonesia mengirim pasukan Garuda I ke Mesir dalam misi perdamaian. Selain itu, tanggal 7 Januari 1965 Indonesia memutuskan keluar dari PBB dan masuk kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966.

Baca juga:  Kasus Dugaan Penggelapan Rp25,2 Miliar Diana Pungky Masih Diselidiki Polda Metro Jaya

Pencapaian Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB adalah ketika pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 1974-1975. Indonesia terpilih untuk kedua kalinya menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 1995–1996. Dalam keanggotaan Indonesia di DK PBB pada periode tersebut, Wakil Tetap RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi Presiden DK-PBB.

Terakhir, Indonesia terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk masa bakti 2007–2009. Proses pemilihan dilakukan Majelis Umum PBB melalui pemungutan suara dengan perolehan 158 suara dukungan dari keseluruhan 192 negara anggota yang memiliki hak pilih.

Baca juga:  Dede Sunandar Pingsan Ditinju Vicky Prasetyo, Honor Pertandingan untuk Biaya Sekolah Anak

Indonesia merupakan salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47 negara anggota PBB lainnya yang dipilih pada tahun 2006. Indonesia kemudian terpilih kembali menjadi anggota Dewan HAM untuk periode 2007-2010 melalui dukungan 165 suara negara anggota PBB.

Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi pada 28 September:

1917 – Bendera Thailand merah-putih-biru-putih-merah horizontal, diresmikan.

1945 – Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) didirikan setelah pengambilalihan kekuasaan perkeretaapian di Indonesia dari pihak militer Jepang.

1950 – Indonesia diterima di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1966 – Indonesia diterima kembali di Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah keluar dari organisasi ini pada 20 Januari 1965 akibat konfrontasi dengan Malaysia.

Baca juga:  Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan dengan KRL di Bekasi, Ini Temuan KNKT

1997 – Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 dilaksanakan di Sirkuit Sentul.

1999 – Tragedi Lampung, 2 mahasiswa tewas tertembak di depan Koramil Kedaton saat demonstrasi menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya.

2014 – Pasangan ganda putra Indonesia, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan, meraih medali emas ganda putra cabang bulu tangkis dalam Asian Games 2014 di Korea Selatan.

 

Editor: Why

Berita Terbaru

Penghasilan Banyak Maupun Sedikit: Hidup Tetap Merasa Kurang

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran Kesempitan rezeki bukan sekadar masalah keuangan,...

Tamsil Politik Pembakaran Hutan dan Kerusuhan Massa Jelang 2029

Oleh: Rajidt Malley Anatomi Segitiga Api dan Kejahatan Pembakaran Lahan Ratusan...

Barat Laut Gaza Diserang Artileri, Seorang Wanita Tewas, Sementara di Tepi Barat Petani Zaitun Diserang Pemukim

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Serangan artileri Israel menghantam kawasan sekitar Stasiun...

Keluhan dan Harapan, Begini Kondisi Terkini Jalur Batu Jomba, Pengemudi Diminta Waspada

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Kondisi ruas jalan nasional Batu...

Pemko Padangsidimpuan Pasang Sistem Deteksi Dini Banjir di Angkola Julu

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai memetakan titik...

Berita Terkait