Medan, SUMUTNEWS.CO – Film fantasi Children of Blood and Bone, adaptasi novel laris karya Tomi Adeyemi, dipastikan akan tayang di bioskop IMAX mulai 15 Januari 2027. Proyek yang telah lama dinantikan penggemar ini digadang-gadang menjadi waralaba fantasi baru yang berpotensi mengikuti jejak kesuksesan Harry Potter, Twilight, dan The Hunger Games.
Children of Blood and Bone mengisahkan perjalanan Zelie Adebola, seorang gadis muda dari kerajaan mitos Afrika bernama Orisha. Negeri tersebut dihuni oleh dua kelompok, yakni para peramal yang memiliki potensi sihir dan kaum kosidán yang tidak mempunyai kemampuan magis.
Di Orisha, para peramal baru dapat membangkitkan kekuatan mereka saat berusia 13 tahun. Pada usia itu pula mereka menentukan klan maji yang akan menjadi jalan hidup mereka, mulai dari pengendali elemen, penyembuh, hingga pemilik kekuatan atas pikiran dan kematian.
Kehidupan damai di Orisha berubah drastis setelah Raja Saran melancarkan Penyerbuan, sebuah pembantaian besar terhadap para maji. Tragedi tersebut dipicu oleh keyakinan sang raja bahwa ayahnya tewas akibat ulah kelompok Pembakar, yaitu para maji pengendali api.
Sejak saat itu, seluruh maji yang telah berusia di atas 13 tahun diburu dan dibunuh. Bahasa Yoruba yang menjadi bagian penting dalam penggunaan sihir turut dilarang, sementara para maji yang tersisa hidup dalam penindasan dan kemiskinan.
Di tengah tragedi itu, Zelie menyaksikan ibunya, Jumoke, dibunuh di hadapan matanya. Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang mendorongnya memulai perjalanan berbahaya untuk mengembalikan sihir ke Orisha sekaligus membebaskan bangsanya dari kekuasaan Raja Saran.
Film ini diadaptasi dari novel Children of Blood and Bone yang terbit pada 2018 sebagai buku pertama dalam trilogi Legacy of Orïsha. Novel tersebut telah terjual lebih dari tiga juta eksemplar di seluruh dunia dan bertahan lebih dari 120 minggu dalam daftar buku terlaris The New York Times.
Perjalanan adaptasi ke layar lebar berlangsung cukup panjang. Hak adaptasi sempat berpindah kepemilikan setelah akuisisi 21st Century Fox oleh Walt Disney Company sebelum akhirnya diperoleh Paramount Pictures, yang mengembangkan proyek ini sebagai salah satu waralaba fantasi andalannya.
Film ini disutradarai oleh Gina Prince-Bythewood, yang sebelumnya dikenal melalui The Woman King dan The Old Guard. Ia juga menulis skenario bersama Tomi Adeyemi, yang turut bertindak sebagai produser eksekutif.
Proses produksi rampung pada 1 Juni 2025 setelah menjalani syuting selama 74 hari di dua negara dan dua pulau. Saat ini, film memasuki tahap pascaproduksi dengan fokus pada penyelesaian efek visual untuk menghadirkan dunia magis Orisha.
Deretan pemeran utama yang tampil dalam film ini antara lain Thuso Mbedu sebagai Zelie Adebola, Amandla Stenberg sebagai Putri Amari, Tosin Cole sebagai Tzain, dan Damson Idris sebagai Pangeran Inan.
Selain itu, film ini juga dibintangi Chiwetel Ejiofor, Cynthia Erivo, Idris Elba, Lashana Lynch, Viola Davis, Regina King, Diaana Babnicova, dan Bukky Bakray.






Komentar