SUMUTNEWS.CO, Medan — Presiden Serikat Amerika Donald Trump kembali mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menghentikan serangan militer terhadap kilang-kilang minyak Rusia.
Trump menilai gelombang serangan tersebut memicu kelangkaan pasokan diesel (solar) global dan mendongkrak harga bahan bakar di pasar internasional.
“Rusia sayangnya telah kehilangan kendali atas industri minyak dieselnya akibat perang dengan Ukraina. Sejumlah besar kilang diesel mereka meledak dan, setidaknya untuk sementara waktu, tidak beroperasi,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Senin (21/9/2026).
Trump menegaskan bahwa konflik bersenjata tersebut harus segera diakhiri karena dampaknya telah dirasakan secara global.
“Perang yang konyol dan tak kunjung usai dengan Ukraina ini harus dihentikan. Seluruh dunia menderita ketika 25.000 orang, sebagian besar prajurit, tewas setiap bulannya,” kata Trump.
Tekanan Jelang Pertemuan PBB
Pernyataan keras Trump ini dilontarkan menjelang pertemuan ikhtiar bilateral antara dirinya dan Zelensky di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Kedua pemimpin sebelumnya telah melakukan pembicaraan via telepon pada Ahad lalu sebelum dijadwalkan bertatap muka secara langsung pada Selasa.
Laporan Financial Times menyebutkan bahwa fokus utama Trump dalam sambungan telepon tersebut adalah tekanan pasokan solar dunia.
Seorang pejabat senior Ukraina mengonfirmasi bahwa Trump secara eksplisit meminta Zelensky memerintahkan pasukannya untuk menghentikan serangan drone dan rudal yang mengincar infrastruktur pengilangan Rusia.
Pejabat Ukraina lainnya menambahkan, Trump mengutarakan kekhawatiran mendalam atas melonjaknya harga diesel dan meminta agar ekspor energi Rusia ke pasar internasional kembali distabilkan.
Peringatan serupa sebenarnya pernah disampaikan Trump pada 13 September lalu. Kala itu ia menyatakan, “Zelensky harus melakukan satu hal: berhenti menghancurkan pasokan minyak diesel di Rusia. Ada banyak target lain. Jangan serang minyak diesel, itu merugikan dunia.”
Tanggapan Kremlin dan Sikap Ukraina
Pernyataan Trump mendapat sambutan positif dari Moskow. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Rusia menyambut baik setiap imbauan yang meminta Kyiv menahan diri dari menargetkan infrastruktur ekonomi sipil.
Meski demikian, Peskov bergeming bahwa gejolak pasar energi global saat ini juga dipicu oleh eskalasi ketegangan di kawasan Teluk.
Di sisi lain, pihak Ukraina menegaskan bahwa operasi militer terhadap fasilitas minyak Rusia merupakan tindakan pertahanan diri yang sah secara hukum perang.
Kyiv berargumen bahwa serangan drone yang merusak kapasitas kilang minyak Rusia bertujuan untuk mempersempit ruang gerak ekonomi Moskow dalam membiayai invasi.
Eskalasi serangan ini terjadi setelah otoritas Rusia melaporkan adanya serangan drone terbesar Ukraina ke wilayah Moskow, yang memicu kebakaran hebat di salah satu kilang minyak utama milik Rusia. (SN08)