SUMUTNEWS.CO, PANYABUNGAN — Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Mandailing Natal semester 3 melakukan kunjungan edukatif ke Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal (29/09). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai potensi pariwisata daerah sekaligus memahami strategi komunikasi dan promosi destinasi wisata melalui media digital.
Kunjungan tersebut didampingi oleh Assoc. Prof. Ahmad Salman Farid, M.Sos. selaku dosen pendamping. Rombongan mahasiswa KPI diterima Kepala Dinas Pariwisata diwakili Mukhtar Syaikhuddin Nasution, S.Pd., Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal. Pertemuan berlangsung secara dialogis dengan membahas potensi destinasi wisata, pengembangan industri pariwisata, serta peluang keterlibatan mahasiswa dalam mempromosikan potensi daerah. Kegiatan kunjungan edukatif ini juga sejalan dengan tujuan kegiatan yang tercantum dalam surat permohonan Prodi KPI, yakni memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai strategi promosi wisata dan pemanfaatan media digital.

Dalam sambutannya, Mukhtar Syaikhuddin Nasution, S.Pd. menyambut baik kunjungan mahasiswa KPI STAIN Mandailing Natal. “Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa KPI. Generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata Mandailing Natal melalui media digital. Kreativitas mahasiswa dapat menjadi kekuatan dalam mengemas potensi wisata menjadi konten yang menarik dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa promosi pariwisata saat ini tidak cukup hanya mengandalkan media konvensional. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan destinasi kepada khalayak yang lebih luas. “Yang kita harapkan bukan hanya menampilkan tempat wisatanya, tetapi juga cerita, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, dan keunikan masyarakat yang ada di sekitar destinasi. Dengan begitu, orang yang melihat konten tersebut mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang Mandailing Natal,” tambahnya.
Assoc. Prof. Ahmad Salman Farid, M.Sos. mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori komunikasi dengan praktik di lapangan. “Mahasiswa KPI tidak cukup hanya belajar teori komunikasi di dalam kelas. Mereka juga perlu melihat secara langsung bagaimana komunikasi digunakan untuk memperkenalkan potensi daerah. Karena itu, kunjungan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang praktik bagi mahasiswa,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa akan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan produksi konten, storytelling, videografi, desain komunikasi visual, dan pengelolaan media sosial.
Sebagai tindak lanjut, 11 mahasiswa KPI semester 3 akan mengembangkan konten promosi wisata melalui platform TikTok. Konten tersebut akan diarahkan untuk memperkenalkan berbagai destinasi dan potensi ekonomi kreatif Mandailing Natal dengan pendekatan visual yang kreatif, informatif, dan komunikatif. Rencana ini juga sejalan dengan tujuan kunjungan yang diarahkan pada pengembangan karya Desain Komunikasi Visual seperti poster, konten media sosial, infografis, dan materi promosi destinasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal, Syukur Soripada Nasution, S.Sos., MAP., pada kesempatan lain turut menekankan pentingnya sinergi dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah. “Pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Keterlibatan perguruan tinggi dan generasi muda sangat penting, terutama dalam menghadirkan kreativitas dan pemanfaatan media digital untuk memperkenalkan potensi Mandailing Natal,” ujarnya.
Melalui kunjungan edukatif ini, Prodi KPI STAIN Mandailing Natal dan Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal membuka ruang kolaborasi dalam bidang edukasi, komunikasi, kreativitas, dan promosi pariwisata. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menghasilkan konten-konten positif yang memperkenalkan destinasi wisata, budaya, serta ekonomi kreatif Mandailing Natal kepada khalayak yang lebih luas. Kolaborasi tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghasilkan karya komunikasi yang relevan dengan kebutuhan promosi pariwisata di era digital. (SN25)