SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Kondisi ruas jalan nasional Batu Jomba di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masih memerlukan kewaspadaan tinggi.
Pemerintah mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan berat, untuk senantiasa berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintas saat kondisi belum memungkinkan.
Sebagian titik masih mengalami kemacetan, dengan sejumlah bagian jalan yang rusak maupun amblas.
Kendaraan berat dan truk sumbu enam ke atas dibatasi dilarang melintas guna mencegah longsor susulan sekaligus memperlancar pengerjaan.
Beberapa titik rawan menerapkan sistem buka-tutup yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan cuaca saat itu.
Pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan perbaikan struktur jalan terus dipercepat. Namun curah hujan yang tinggi di wilayah Batu Jomba kerap memicu longsoran material kecil yang menutupi saluran air dan memperlambat kinerja alat berat.
Pengerjaan pun sempat tertunda sementara saat diguyur hujan deras demi keselamatan.
Masih ada bagian jalan yang mengalami keretakan dan amblas. Dinding penahan tanah serta tiang penyangga darurat terus dipasang agar jalan tidak putus total.
Sistem buka-tutup diterapkan karena jalur sebagian hanya bisa dilalui satu arah untuk kendaraan tertentu.
Kondisi ini memancing beragam tanggapan masyarakat. Ada yang berharap perbaikan segera tuntas, namun tak sedikit yang menyampaikan keluhan.
“Baru kali hujan, jalannya udah kayak gini,” tulis salah satu pengguna jalan.
“Gak ada habisnya cerita Batu Jomba, sayang ceritanya jalan rusak aja terus,” ungkap netizen lainnya. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai “proyek abadi nan jaya.”
Di sisi lain, pengguna jalan lain menyampaikan jalur masih bisa dilalui kendaraan ringan. “Bisa kok, lancar aja. Tapi kalau pas hujan, usahakan jangan lewat jalur Batu Jomba. Rawan longsor,” ucap seorang warga yang melintas, Rabu (7/10/2026).
Perbaikan dan penanganan Jalan Batu Jomba merupakan tanggung jawab Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Pemerintah memohon kesabaran dan pengertian masyarakat, serta mengingatkan agar selalu mengikuti informasi di lokasi dan memprioritaskan keselamatan. (SN11)