5 Makanan yang Perlu Dibatasi demi Kesehatan Jantung, Ada Mie Instan

Medan, SUMUTNEWS.CO – Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayuran, serat, dan lemak sehat. Pola makan juga perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

 

Beberapa makanan diketahui tinggi natrium, lemak jenuh, karbohidrat olahan, atau gula tambahan. Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam jumlah berlebihan, makanan tersebut dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko penyakit jantung.

 

Meski demikian, makanan tersebut tidak selalu harus dihindari sepenuhnya. Para ahli menekankan pentingnya memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi.

 

Dilansir dari EatingWell, Selasa (8/9/2026), berikut lima makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

 

1. Daging Olahan

 

Bacon, sosis, nugget, hot dog, dan berbagai jenis daging olahan termasuk makanan yang perlu dibatasi.

 

Ahli gizi Serena Pratt mengatakan daging olahan umumnya mengandung natrium dan lemak jenuh cukup tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi, keduanya dapat berdampak terhadap kesehatan jantung.

 

Asupan natrium berlebihan berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Sementara itu, konsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

Baca juga:  Refleksi Harga Sawit di Sumut pada 19-25 Oktober 2026: Harga Naik, tapi Petani Mandiri Konsisten Tertinggal Terus

 

Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke.

 

2. Minuman Manis

 

Minuman bersoda, teh manis, kopi dengan tambahan gula, hingga minuman energi dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

 

American Heart Association merekomendasikan konsumsi gula tambahan dibatasi hingga sekitar 6 persen dari total kalori harian. Batas tersebut setara dengan sekitar 25 gram per hari untuk perempuan dan 36 gram untuk laki-laki.

 

Sebagai gambaran, sekaleng minuman cola berukuran 12 ons atau sekitar 355 mililiter dapat mengandung sekitar 37 gram gula.

 

Dr. Catherine Nguyen-Ward menjelaskan, konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan resistensi insulin. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan penumpukan lemak visceral serta peradangan dalam tubuh.

 

3. Burger Fast Food

 

Burger dari restoran cepat saji juga sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.

 

Dalam satu porsi burger, terdapat kombinasi lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan. Patty daging sapi dan keju dapat menyumbang lemak jenuh, sementara roti umumnya menggunakan tepung olahan.

Baca juga:  BMKG Tetapkan Sumatera Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem 27-29 Oktober 2026

 

Kandungan natrium juga dapat bertambah dari saus dan berbagai topping.

 

Selain itu, burger fast food umumnya tinggi kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, asupan kalori tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.

 

4. Pastry

 

Donat, kue kemasan, sweet roll, dan berbagai jenis pastry memang menjadi makanan yang digemari banyak orang. Namun, makanan tersebut sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.

 

Pastry umumnya dibuat menggunakan tepung olahan sehingga cenderung tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat.

 

Menurut Pratt, makanan rendah serat kurang mendukung pengelolaan kadar kolesterol dan kestabilan gula darah. Sebagian pastry juga mengandung lemak jenuh untuk menghasilkan tekstur yang lembut atau berlapis.

 

Kombinasi karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.

 

5. Mie Instan

 

Mie instan menjadi salah satu makanan yang perlu diperhatikan konsumsinya, terutama karena kandungan natriumnya.

 

Makanan yang satu ini sangat populer di Indonesia karena praktis, mudah dibuat, dan harganya relatif terjangkau. Namun, konsumsi mie instan terlalu sering dapat meningkatkan asupan natrium harian.

Baca juga:  BMKG Tetapkan Sumatera Utara Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem 27-29 Oktober 2026

 

Satu bungkus mie instan dapat mengandung hingga 1.860 miligram natrium. Jumlah tersebut setara sekitar 80 persen dari batas asupan natrium harian 2.300 miligram.

 

Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Nguyen-Ward juga menjelaskan bahwa mie instan menggunakan karbohidrat olahan dan umumnya melalui proses penggorengan dalam produksinya sebelum dikeringkan.

 

Namun, bagi Anda yang sesekali ingin menikmati mie instan, makanan tersebut tidak harus sepenuhnya dihindari. Salah satu cara membuatnya lebih seimbang adalah mengurangi penggunaan bumbu dan menambahkan sayuran serta sumber protein, seperti telur atau ayam.

 

Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung bukan berarti harus menghilangkan seluruh makanan favorit dari menu harian. Porsi, frekuensi konsumsi, dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Berita Terkait

WhatsApp Kembangkan Fitur Guest Calls, Bisa Telepon Tanpa Akun Lewat Link

Medan, SUMUTNEWS.CO – WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru...

NASA Temukan Planet Raksasa, 23 Kali Lebih Besar dari Bumi

Medan, SUMUTNEWS.CO — Tim astronom berhasil mengonfirmasi keberadaan sebuah...

Kisah Ibu Idap Kanker Stadium 4, Jadi Pemulung Agar Bisa Makan dan Biayai Sekolah Anak

SUMUTNEWS.CO – Medan | Seorang ibu bernama Maria Marlina...

Jang Dong-yoon Resmi Menikah dengan Kim Seung-yoon, Bagikan Foto Pernikahan Romantis

SUMUTNEWS.CO, Seoul – Aktor Korea Selatan Jang Dong-yoon resmi...

Jual Markisa Anti Covid-19, Langsung Laku

SUMUTNEWS.CO - Medan | Ada-ada saja cara unik pedagang...

Berita Terbaru