Pengamat: Gatot Nurmantyo dan KAMI Kurang Gereget

SUMUTNEWS.CO – Jakarta | Pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo yang memuji Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) dipertanyakan.

Pasalnya, pernyataan Gatot Nurmantyo tersebut dipublikasikan setelah rekan-rekannya seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana ditahan Bareskrim Polri.

Diketahui, Syahganda, Jumhur dan Anton ditangkap Kepolisian pada Selasa 13 Oktober 2020 di tempat berbeda. Kemudian, pernyataan Gatot Nurmantyo yang memuji UU Cipta Kerja itu diunggah di kanal YouTube Refly Harun pada Kamis 15 Oktober 2020.

“Pasca penangkapan petinggi KAMI oleh polisi seperti Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana, tiba-tiba Gatot Nurmantyo (GN) memuji dan memberikan pernyataan tentang tujuan mulia dari UU Omnibus Law Cipta Kerja. Kenapa GN dan KAMI jadi kurang greget? Atau memang pengaruhnya kurang signifikan di mata aktivis mahasiswa dan buruh,” ujar Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Selasa (20/10/2020).

Baca juga:  Rizki Juniansyah Tak Ada di Daftar Lifter Asian Games 2026, Ini Faktanya

Pengamat politik dari Universitas Jayabaya ini mengatakan, justru yang terlihat aktif menjembatani pemerintah dengan aktivis demonstran adalah Partai Gerindra.

Dia mengatakan, Gerindra yang saat ini berada di dalam koalisi pemerintahan aktif membantu para aktivis. “Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Habiburokhman anggota Komisi III DPR yang bersedia menjadi jaminan pembebasan jurnalis dan aktivis mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian pasca demo omnibus law,” ungkapnya

Baca juga:  Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan dengan KRL di Bekasi, Ini Temuan KNKT

Dia melanjutkan, Habiburokhman juga sempat mendatangi Polda Metro Jaya pada 14 Oktober 2020 malam untuk menemui 11 kader Pelajar Islam Indonesia (PII) yang sempat diamankan polisi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sebagai bagian dari usaha pembebasan

Igor juga mengungkapkan, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani juga mengimbau agar aparat kepolisian tetap bersikap humanis dengan terus mengutamakan pendekatan persuasif kepada masyarakat. “Khususnya selama digelarnya aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Di juga mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat saat sejumlah aktivis ditangkap pasca demonstrasi penolkan Omnibuslaw Cipta Kerja.

Baca juga:  Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

“Begitu juga dengan Gatot Nurmantyo dan KAMI yang digadang menjadi simbol perlawanan kritis terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Di awal lantang memberi applause kepada para demonstran, tetapi belakangan tidak muncul pernyataaan atau pembelaan kepada para aktivis dan mahasiswa yang sudah turun ke jalan, bahkan berbalik badan,” tuturnya

Dikutip dari sindonews.com

Editor: ARI

Berita Terbaru

Serangan Israel Tewaskan Lima Warga Gaza, Termasuk Ibu dan Anak Komunitas Kristen

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Serangan udara Israel menghantam sebuah gedung...

Data Mencekam: 30 Warga Palestina Tewas di Tepi Barat Sepanjang 2026, Angka Melampaui Tahun-Tahun Sebelumnya

SUMUTNEWS.CO, Medan — Situasi di Tepi Barat yang diduduki semakin...

Kecam Keras Kekerasan di Siabu, Ketua DPRD Madina: Usut Tuntas dan Evaluasi Keamanan Tugas Anggota Dewan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina),...

Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Desa Percontohan Ekonomi Produktif

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok...

Sengketa Warisan Diduga Pemicu Penikaman Anggota DPRD Madina di Siabu

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

Berita Terkait