Bobby Paparkan Inovasi Digitalisasi Sandang di Rangkaian Acara HPN

SUMUTNEWS.CO,MEDAN – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengikuti dialog Kebudayaan yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Hotel Santika Dyandra, Selasa (7/2).

Dalam dialog ini Bobby Nasution bersama sembilan Kepala Daerah yang meraih Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2023 menjadi narasumber dan memaparkan inovasi yang telah dilakukan khususnya di bidang pangan, sandang dan papan berbasis kebudayaan atau kearifan lokal.

Dijelaskan Bobby Nasution, sebagai kota Multikultural saat ini terdapat 13 etnis yang telah ditetapkan sebagai etnis yang ada di kota Medan. Keberagaman etnis dan budaya ini menjadi modal dasar Pemko Medan berinovasi dalam mengembangkan sandang dengan memanfaatkan digitalisasi. Hal pertama yang dilakukan yakni mewajibkan setiap hari Jumat setiap ASN untuk mengenakan pakaian adat dan boleh memilih pakaian adat dari 13 etnis tersebut.

Baca juga:  Pj Sekdaprov Sumut Buka E-Learning JFAK 2026, Perkuat Kebijakan Publik Berbasis Bukti

“Setelah ketersediaan marketnya, Tugas kami selanjutnya adalah bagaimana memastikan produksi sandang terus berjalan. Selain itu ketersediaannya bahan produksi harus diperhatikan karena selaras dengan permintaan produksi pasti terhambat. Ditambah lagi dengan bahan produksi yang langka, maka akan berdampak dengan harga yang mahal. Untuk itu harga produksi harus diturunkan dengan memastikan bahan-bahan produksinya terjangkau,” kata Bobby Nasution.

Menurut Bobby Nasution, kain dari etnis yang ada memiliki makna yang berbeda peruntukannya, ada untuk acara umum, berduka dan lainnya sehingga tidak bisa sembarang dijadikan pakaian karena ada artinya masing-masing. Atas dasar itu saat ini kami tengah mengkonsepkan motif yang bisa dipakai untuk umum tanpa mengurangi nilai kebudayaannya.

Baca juga:  Jadwal Porprovsu 2026 Diundur ke Desember, KONI Sumut Jamin 30 Cabang Olahraga Tetap Dipertandingkan

“Pengrajin pakaian adat hampir semua bukan berasal dari Kota Medan. Oleh karenanya kita telah meminta Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Medan untuk menjalin kolaborasi dengan pengrajin, agar dapat mengembangkan pakaian adat dan menjaga nilai kebudayaan kedepannya,” Ujar Bobby Nasution dihadapan Ketua PWI Pusat Atal S Depari dan Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu.

Bobby Nasution menambahkan Pemko Medan juga memberikan dukungan promosi terkait dengan potensi keunikan dan keunggulan daerah Kota Medan dalam bidang sandang dengan memanfaatkan platform digital untuk pemasarannya.

Baca juga:  Sedekah Sampah, Bantu Anak Yatim Sekolah: Bank Sampah Berseri Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

“Kita juga telah memiliki program kartu kredit pemerintah daerah, dimana ini memberikan kemudahan untuk pelaku UMKM mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya, tanpa harus menunggu berbulan-bulan. Dengan adanya program ini setiap produk UMKM dipesankan dalam E-Katalog, langsung dibayarkan,” pungkas Bobby Nasution. (SN01)

Berita Terkait

Ini Pernyataan Sikap Gema Keadilan Sumut Pasca Ledakan Bom Gereja Katedral Makasar

SUMUTNEWS.CO - Medan | Pengurus Gema Keadilan Wilayah Sumatera...

Bobby Minta Dinkes dan Kecamatan Genjot Imunisasi Polio

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan dan...

Buka Musda ke-12 DPD REI Sumut, Gubsu Ajak Sejahterakan Rakyat dengan Hunian Layak

SUMUTNEWS.CO - Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy...

Paskibra Sumut 2020 Dikukuhkan, Upacara Hari Kemerdekaan Akan Digelar di Halaman Kantor Gubernur

SUMUTNEWS.CO - Medan | Peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik...

Gubsu Bobby-Wagub Surya Salat Idul Adha di Deli Serdang

SUMUTNEWS.CO, DELI SERDANG - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby...

Berita Terbaru