11 Upaya Pemprov Sumut Tekan Inflasi

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat menekan laju inflasi yang pada September 2025 mencapai 5,32% (yoy), tertinggi secara nasional. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas utama daerah, mengingat dampaknya langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

“Inflasi ini bukan sekadar angka, tapi mencerminkan tekanan yang dirasakan masyarakat di lapangan. Karena itu, kita ambil langkah cepat dan terukur agar harga-harga, terutama bahan pangan, bisa segera stabil,” ujar Gubernur Bobby Nasution, di Medan, usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri secara virtual dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (6/10/2025).

Baca juga:  Refleksi Harga Sawit di Sumut pada 19-25 Oktober 2026: Harga Naik, tapi Petani Mandiri Konsisten Tertinggal Terus

Tekanan inflasi di Sumut terutama berasal dari komoditas pangan bergejolak seperti cabai merah, bawang merah, beras, dan daging ayam ras. Untuk menekan gejolak harga, Pemprov Sumut bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan berbagai aksi jangka pendek.

Dalam tiga bulan ke depan Pemprov Sumut menyiapkan 11 langkah cepat menurunkan harga komoditi penyumbang tertinggi. Langkah tersebut yaitu, membagikan secara gratis komoditi penyumbang inflasi, bundling beras SPHP harga murah dengan cabai merah, percepat program bantuan pangan, pasar murah, intervensi tataniaga, sidak pasar, monitoring distribusi pangan, memperkuat kerja sama antar daerah, menugaskan BUMD mengelola cabai dan bawamg merah, antisipasi bahan pangan untuk program MBG, dan penetapan toko pantau inflasi.

Baca juga:  Bobby Nasution Dorong IPDN Cetak Calon ASN Profesional

Bobby Nasution menekankan langkah yang dijalankan mengikiti prinsip 4T, yaitu tepat lokasi, tepat komoditi, tepat sasaran, dan tepat waktu. “Masyarakat harus benar-benar merasakan dampaknya di lapangan,” tegas Bobby.

Gubernur juga menekankan bahwa penanganan inflasi tak cukup hanya dengan operasi pasar. Diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk optimalisasi peran BUMD pangan daerah dalam menjaga ketersediaan stok komoditas utama. Pihaknya menugaskan PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ), PT Dhirga Surya, dan PT Pembangunan Sumatera Utara (PPSU) untuk aktif mengelola dan menyalurkan pasokan cabai, bawang, serta beras. (SN01)

Berita Terkait

Petani di Balige Curhat Sama Bobby Nasution, Soal Pupuk Hingga Infrastruktur

Balige, SUMUTNEWS.CO- Bobby Nasution terlihat blusukan ke persawahan warga...

Butuh Banyak Masukan, Pansus Ranperda PPKP Minta Perpanjangan Waktu Pembahasan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan...

Kalah 2-8 Dari Bayern Munich, Pemain Barcelona Diteriaki Bajingan Oleh Fans Sendiri

SUMUTNEWS.CO - Portugal | FC Barcelona mengalami kekalahan pahit...

Medan Jadi Pilot Project Pembangunan BRT

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Sebagai kota yang ditunjuk menjadi pilot...

Ketua Komisi III DPRD Medan Bakal Gugat Pemilik Biliar

SUMUTNEWS.CO, MEDAN pKetua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo...

Berita Terbaru