Pembetonan Jalan Marelan III Disorot, Dinas SDABMBK Medan Pastikan Sesuai Spesifikasi

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi, buka suara mengenai proyek perbaikan Jalan Marelan III, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, senilai Rp 2,3 miliar yang disorot masyarakat. Ia menyebut pembetonan jalan tersebut berjalan sesuai spesifikasi.

Awalnya Khairul Azmi mengatakan paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Global Gemilang melalui metode pembetonan. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan atau opname terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Sudah kita lakukan opname berupa pemeriksaan, perhitungan dan pengukuran terhadap pembetonan jalan itu,” kata Khairul Azmi, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Mengenai adanya sorotan publik atas keretakan struktur beton di lapangan, Kepala Dinas SDABMBK Medan, Khairul Azmi mengatakan bukan disebabkan kesalahan volume maupun mutu pekerjaan. Menurut dia, proses pembetonan dilakukan secara bertahap atau per segmen sehingga terdapat tahapan pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

“Itu dilakukan per segmen. Beton itu diletakkan pekerja. Seharusnya, kalau ada sisa tidak boleh, karena harus menunggu pencetakan pabrik. Jadi itu nanti dilakukan secara bertahap, tidak ada yang retak,” ujarnya.

Ia memastikan proses pemotongan atau cutting terhadap beton akan dilakukan setelah beton mencapai usia 21 hari.

“Yang jelas ini tidak mengurangi mutu hingga kualitas dari pembetonan. Menunggu 21 hari baru bisa dicutting,” tegas mantan Kepala Dinas PUTR Langkat ini.

Selain keretakan beton, keberadaan batu-batu berukuran besar di sejumlah titik pengerjaan juga menjadi perhatian Dinas SDABMBK. Khairul Azmi mengatakan batu tersebut tidak ditempatkan di seluruh ruas jalan. Batu hanya digunakan pada titik tertentu yang dinilai memiliki tingkat kepadatan yang belum memungkinkan dilakukan pemadatan secara optimal.

“Batu itu tidak ada dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya), jadi itu hanya untuk lokasi yang kepadatan kurang. Pastinya seluruh pengerjaan dilakukan secara profesional dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Dan itu bukan batu pegunungan,” katanya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa hingga saat ini pembayaran terhadap pekerjaan pembetonan Jalan Marelan III belum dilakukan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan pemerintah terhadap pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah. Artinya, kualitas dan kesesuaian pekerjaan menjadi hal yang harus dipastikan sebelum proses pembayaran dilakukan.

**Masyarakat Ikut Mengawasi
Khairul Azmi justru mengapresiasi keterlibatan masyarakat lewat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ikut memantau pengerjaan proyek tersebut.
Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan transparan dan tidak dikerjakan secara sembarangan.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat melalui LSM yang sudah ikut melakukan pemantauan terhadap pengerjaan ini. Secara pastinya, kita tidak akan lalai dalam menjalankan tugas. Karena semua ini untuk kemajuan infrastruktur di Kota Medan,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila kontraktor mengerjakan proyek secara asal-asalan hingga berpotensi menyebabkan kerusakan kembali pada jalan yang baru dibangun. Ia memastikan tindakan tegas akan diberikan kepada pihak ketiga apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan.

“Kalau pengerjaan dilakukan secara asal-asalan sehingga menyebabkan kerusakan lagi, tentu akan kita berikan tindakan tegas,” pungkasnya. (SN01)

Komentar

Pos terkait