Dana SPP Dikembalikan, Mengapa SMKN 4 Baru Bertindak Setelah Disorot?

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Menyusul sorotan publik terkait dugaan praktik pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang masih berlangsung di SMK Negeri 4 Padangsidimpuan, pihak sekolah bersama Komite Sekolah akhirnya menerbitkan surat pemberitahuan resmi bernomor 400.3 5.02/003/SMKN.4/IX/2026 tertanggal 10 September 2026.

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa SPP ditiadakan mulai Tahun Ajaran 2026/2027, dan seluruh dana yang telah disetorkan orang tua siswa akan dikembalikan secara langsung.

Langkah ini justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa kepatuhan terhadap aturan baru ditegaskan baru sekarang, padahal Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang melarang pungutan SPP telah terbit sejak dua bulan sebelumnya, tepatnya dua bulan lalu?

Baca juga:  Belum Terima Dana Hibah Sejak 2023, LEMTARI Padangsidimpuan Harap Perhatian Pemko

Aktivis pendidikan di Padangsidimpuan, Dedi, menegaskan bahwa sumbangan yang diizinkan sifatnya sepenuhnya sukarela, tanpa ketentuan besaran maupun jangka waktu, tidak bersifat memaksa, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Ia mempertanyakan mengapa masih ada pihak yang menyamarkan pungutan wajib dengan kedok “SPP” melalui Komite Sekolah.

“Sebagai ASN di lingkungan pendidikan, tidak mungkin tidak mengetahui peraturan pemerintah, termasuk larangan pungutan SPP di sekolah. Alasan ketidaktahuan dinilai sangat tidak masuk akal. Jelas bahwa jika tidak diketahui publik, peraturan tersebut akan terus dikangkangi oleh oknum,” ujar Dedi.

Baca juga:  Ungkap Dua Kasus Pencurian, Tim Resmob Polres Padangsidimpuan Amankan Tiga Tersangka dan Dua Unit Sepeda Motor

“Kita berharap aturan ini benar-benar dijalankan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan, sehingga jaminan pendidikan yang terjangkau dan bebas pungutan liar dapat dirasakan nyata oleh seluruh warga. Jangan sampai ada yang berniat mencari keuntungan di balik sumbangan berkedok SPP ini,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, praktik pungutan SPP dilaporkan masih berlangsung di SMK Negeri 4 Padangsidimpuan, padahal aturan larangan telah diterbitkan secara resmi sejak 11 Juli 2026.

Kabar ini memicu kekhawatiran sekaligus keluhan dari sejumlah orang tua siswa dan menjadi sorotan tajam para pemerhati pendidikan.

Wacana kembalinya pungutan SPP sempat mengemuka di beberapa sekolah negeri, meski ada larangan tegas dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Nomor 100.3.4/007/DISDIK/VII/2026.

Baca juga:  Sore ini BMKG Rilis Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Tapsel dan Madina

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala SMKN 4 Padangsidimpuan Ilham Rizki Nasution yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan penjelasan.

Masyarakat kini menantikan bukti pelaksanaan yang nyata dan transparan agar pendidikan yang terjangkau benar-benar dirasakan setiap siswa tanpa dibebani biaya yang tidak seharusnya ada. (Tim)

Berita Terkait

Jembatan Desa Mulai Dibangun, Infrastruktur Paluta Dikebut Buka Akses Ekonomi Warga

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas Utara - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten...

Tumpukan Sampah Menutup Akses TPA Batang Gadis, Warga Soroti Tata Kelola Persampahan Pemda Madina

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Tumpukan sampah terlihat mengotori ruas...

Sejumlah Isu Soroti Dinas Pendidikan Tapsel Sepanjang 2026, Publik Desak Transparansi dan Klarifikasi Terbuka

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pengelolaan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli...

Siap Kolaborasi, Pemko Padangsidimpuan dan Noit Racing Team Bahas Konsep Event Otomotif HUT Kota

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan...

Pemko Padangsidimpuan Kelola Tambahan Rp111 Miliar untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengoptimalkan dana tambahan...

Berita Terbaru