Sejumlah Puskesmas di Madina Belum Penuhi Standar, Fasilitas dan SDM Jadi Sorotan Pelayanan Kesehatan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Kualitas pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan. Dari 26 Puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan, sebagian besar dinilai belum memenuhi standar sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia, sehingga akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2026, hanya 10 dari total 26 Puskesmas di Madina yang telah memenuhi standar kebutuhan tenaga kesehatan. Sementara itu, 16 Puskesmas lainnya masih kekurangan personel medis yang memadai.

Baca juga:  Sore ini BMKG Rilis Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Tapsel dan Madina

Persoalan ini diperparah dengan keterbatasan sarana penunjang, termasuk kurangnya kendaraan ambulans di sejumlah lokasi, yang menyulitkan penanganan kasus darurat maupun rujukan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil.

Pemerintah daerah sendiri terus berupaya memantau kondisi lapangan. Pada Maret 2026, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Kotanopan, Tambangan, Maga, dan Kayulaut guna memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, upaya mendekatkan layanan juga terus dilakukan, pada September 2026, tenaga kesehatan dari Puskesmas Siabu bahkan menembus medan sulit menggunakan kendaraan roda dua untuk memberikan Cek Kesehatan Gratis di Dusun Aek Tombang dan Dusun Lubuk Sihim, Desa Muara Batang Angkola.

Baca juga:  Longsor Tapanuli Selatan: Separuh Badan Jalan Amblas, Lintas Sipirok-Tarutung Lumpuh

Dinas Kesehatan Madina pun melaporkan kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak serupa pada 8 September 2026. Meski demikian, upaya tersebut dinilai belum cukup menyelesaikan akar persoalan.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, mencakup kondisi bangunan, kelengkapan peralatan medis, ketersediaan ambulans, serta pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas.

Mengingat kondisi geografis Madina yang luas dan beragam, pemerataan fasilitas kesehatan mutlak diperlukan agar setiap warga dapat memperoleh pelayanan yang layak, cepat, dan bermutu tanpa terkecuali.

Baca juga:  Bupati Madina Tanam Padi Pakai Teknologi Modern untuk Capai Target 11 Ton per Hektare

Hingga saat ini, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak sekadar menjadi catatan, melainkan segera ditindaklanjuti melalui perbaikan dan pengadaan sarana yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. (SN12)

Berita Terkait

Wabup Atika Salurkan Bantuan Langsung ke Korban Kebakaran Panyabungan Tonga

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyalurkan...

15 WPR Usulan Pemkab Madina Tinggal Melengkapi Persyaratan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Sebanyak 15 rencana Wilayah Pertambangan Rakyat...

Dua Momen Kapolres Padangsidimpuan: Bekali Mahasiswa Berkarakter & Pererat Sinergi Lintas Lembaga

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Padangsidimpuan, AKBP...

Bupati Saipullah Nasution Paparkan Rancangan P-APBD Madina 2026: Fokus Efisiensi dan Pembangunan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah...

Sore ini BMKG Rilis Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Tapsel dan Madina

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Berita Terbaru