Bupati Madina Tanam Padi Pakai Teknologi Modern untuk Capai Target 11 Ton per Hektare

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution melakukan penanaman padi dengan memakai teknologi modern untuk mendukung pencapaian target panen 11 ton per hektare di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, pada Kamis (5/11/2026).

Penanaman perdana menggunakan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) didukung alat penabur benih. Dengan cara ini, petani tidak perlau menyemai bibit dan pindah tanam.

Teknologi pendukung yang digunakan adalah Rice Harvester dipadukan dengan mesin penanam untuk mempercepat proses penanaman.

Baca juga:  Madina Perkuat Sektor Pertanian, Enam Brigade Pangan Terima 34 Unit Alsintan dari Kementan

“Selain lebih efisien, waktu pengerjaannya juga lebih cepat. Penanaman hanya membutuhkan tenaga kerja sebanyak dua orang, tanaman langsung tumbuh dan tidak perlu dipindah-pindah lagi,” kata Saipullah.

Bupati menerangkan, metode PM-AAS memiliki banyak keunggulan dibandingkan model konvensional.

Pertama, kebutuhan bibit. Sistem konvensional membutuhkan antara 20 sampai 25 kg per hektare. Sedangkan sistem modern ini bisa menampung sekitar 70 kg per hektare karena penanaman dilakukan secara langsung.

Baca juga:  Kolaborasi Wujudkan Madina Madani, Jambore PKK Jadi Wadah Perkuat Kapasitas dan Kreativitas Kader

Kedua, biaya produksi lebih efisien dan lebih murah dibandingkan cara konvensional yang butuh lebih banyak tenaga kerja dan waktu yang lebih lama.

“Dengan penerapan sistem modern ini, diharapkan produktivitas dapat mencapai target 11 ton per hektare, meningkat dari cara konvensional yang biasanya hanya memperoleh lima sampai tujuh ton per hektare,” harap Saipullah.

Bupati menambahkan, bantuan untuk optimalisasi program ini datang dari pemerintah pusat. “Alat-alat pertanian modern dibantu melalui program Asta Cita kedua Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan oleh Menteri Pertanian,” tambah dia.

Baca juga:  Pemkab Madina dan BPJS Teken MoU Optimalisasi Program JKN

Saipullah mengungkapkan tujuan penggunaan teknologi ini adalah mewujudkan transisi dari cara konvensional ke modern agar proses pertanian menjadi lebih cepat, biaya lebih murah, dan produktivitas tinggi. (SN12)

Berita Terkait

Madina Dapat Bantuan 250 Ribu Bibit Kakao, Obat dan Vitamin Sapi dari Provinsi dan Pusat

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat bantuan...

Mahasiswa Asal Batahan Sabet 4 Penghargaan, KUD Pasar Baru Beri Apresiasi

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Keberhasilan Fadil Fauzan, mahasiswa asal...

Lahan Sitaan Satgas PKH Beralih Jadi Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin? Warga Laporkan Dugaan Pungutan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Lahan perkebunan kelapa sawit seluas 859...

Ranperda P-APBD 2026 Disetujui, OPD Madina Diminta Segera Percepat Pelaksanaan Kegiatan

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina)...

Ada Kejanggalan, Ayah Siswi SD yang Meninggal di Madina Resmi Lapor ke Polisi

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Ayah kandung siswi kelas II...

Berita Terbaru