Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan dua siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSCM) dr Cipto Mangunkusumo, Jakrta. Keputusan itu diambil setelah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meminta penanganan khusus terhadap siswa yang mengalami trauma psikologis lebih berat dibanding korban lainnya.

Awalnya Bobby mengatakan secara medis kondisi para siswa sebenarnya telah ditangani tim dokter di Sumatera Utara. Namun, dua siswa bernama Feby dan Agnes dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi psikologis yang lebih berat.

Baca juga:  Gubsu Tegaskan Usaha Ganggu Kamtibmas Tak Boleh Beroperasi

“Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta,” kata Bobby usai melepas keberangkatan kedua siswa itu ke Jakarta itu di Bandara Kuala Namu, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Bobby, tim dokter dari Sumut juga turut mendampingi proses perawatan kedua siswa tersebut di Jakarta. Ia menegaskan proses pemulihan korban tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan psikologis anak-anak yang terdampak.

Baca juga:  35% Anggaran 2027 Dialokasikan untuk Medan Utara

Karena itu, Bobby meminta masyarakat dan media turut mendukung proses pemulihan dengan tidak memberikan tekanan tambahan kepada para siswa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.

“Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying,” ujarnya.

Baca juga:  Besok Terpilih Pemimpin KAHMI Medan 2026-2031: Pemenangnya Sudah Terprediksi!

Bobby mengaku tim medis telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Ia berharap publik juga dapat menahan diri agar proses penyembuhan para korban berjalan optimal.

“Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih,” katanya. (SN01)

Populer Minggu ini

Trump Desak Zelensky Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia, Khawatirkan Harga Solar Dunia

SUMUTNEWS.CO, Medan — Presiden Serikat Amerika Donald Trump kembali...

Menlu Negara G7 Desak Iran Hentikan Pasokan Senjata ke Houthi

SUMUTNEWS.CO, Medan — Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota...

CARA GONTOR MENGAJARKAN KEDEWASAAN BERNEGARA

Oleh: Moechtar Nasution. Forum Lingkar Studi Tulila * Ada pemandangan yang...

3 Jalur Rezeki Halal dan 1 Hal yang Bikin Terhalang Dalam Islam: Apakah Jalurnya Sudah Rutin Kita Perbuat?

Penulis: Rasyid Assaf Dongoran Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, rezeki...

KUPA-PPAS Disepakati, Bupati Saipullah Tekankan Pelaksanaan Tepat Sasaran dan Bertanggung Jawab

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab...

Berita Terkait