HUT PAN 28 Tahun, Prabowo Sentil Pakar Penyebar Fitnah: Cendekiawan Harus Jujur & Kutip Al-Baqarah 191

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menohok mengenai integritas moral para pakar dan akademisi saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT PAN.

Di hadapan para pimpinan dan kader partai, Prabowo mengutip ayat Al-Qur’an tentang bahaya fitnah, seraya mengingatkan kalangan intelektual agar tidak menyalahgunakan ilmu mereka untuk menyebarkan narasi bohong ke publik.

Prabowo mengawali peryataannya dengan menyinggung identitas Partai Amanat Nasional (PAN) yang dinilainya memiliki pijakan keagamaan yang kental.

“PAN kan juga ada basis agamis ya. Ada ayat Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 191. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,” kata Prabowo.

Di tengah sorak-sorai peserta acara, Prabowo menumpahkan keprihatinannya terhadap dinamika wacana publik yang kerap diwarnai tuduhan tanpa fakta dari oknum berpendidikan.

Menurut Prabowo, tingginya kapasitas intelektual dan kepakaran seseorang seharusnya berjalan beriringan dengan kejujuran moral.

“Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah, Saudara-saudara,” ujar Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Ia mengingatkan bahwa gelar akademik maupun kepakaran tidak boleh dijadikan tameng untuk melakukan pembunuhan karakter atau menyesatkan masyarakat.

Ayat yang dikutip Presiden Prabowo, potongan dari Surah Al-Baqarah ayat 191 (wal-fitnatu ashaddu minal-qatl), secara harfiah menegaskan bahwa “fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”.

Dalam kacamata sosial dan politik modern, fitnah atau penyebaran kabar bohong memiliki dampak destruktif yang masif.

Berbeda dengan kejahatan fisik, fitnah dapat merusak nama baik, meruntuhkan kepercayaan publik, serta memicu perpecahan sosial secara berkepanjangan tanpa pertumpahan darah secara langsung.

Oleh karena itu, etika dan kejujuran informasi menjadi pilar utama dalam menjaga ketenteraman masyarakat.

Kendati menyampaikan teguran tajam, Prabowo menegaskan sikapnya untuk tidak membawa persoalan tersebut ke ranah dendam pribadi.

Ia memilih mengambil sikap tenang dan tetap membukakan pintu maaf jika pihak-pihak bersangkutan menyadari kekeliruannya.

“Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya pun mencatat saja. Kalau dia sadar, saya maafkan. Tapi saya ingatkan: kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur,” tuturnya memungkas pidato tersebut. (SN08)

Populer Minggu ini

SYEKH H. MAHMUD FAUZI AN-NAQSYABANDI (1947-2017): Pelanjut Thariqah Syekh Abdul Manan di Padangsidimpuan

Dr. Zainal Efendi Hasibuan (Akademisi UIN Syahada Padangsidimpuan) Syekh H....

PSMS Medan Bidik Kemenangan Perdana, Persiku Kudus Jajal Stadion Utama Sumatera Utara

Medan, SUMUTNEWS.CO– PSMS Medan membidik kemenangan perdana saat menjamu...

Brentford Hancurkan Chelsea 3-0 di Premier League 2026/2027

Medan, SUMUTNEWS.CO – Brentford meraih kemenangan meyakinkan atas Chelsea...

Jutaan Warga Yaman Demonstrasi: Kecam Dugaan Propaganda Arab Saudi Tentang Adanya Serangan ke Kota Suci Makkah

SUMUTNEWS.CO, Medan - Menginformasikan aksi unjuk rasa skala besar pada...

Inilah 3 Drakor Netflix yang Dibintangi Ji Chang Wook, Terbaru Ada The Scandal

Medan, SUMUTNEWS.CO – Ji Chang Wook menjadi salah satu...

Berita Terkait