Jutaan Warga Yaman Demonstrasi: Kecam Dugaan Propaganda Arab Saudi Tentang Adanya Serangan ke Kota Suci Makkah

SUMUTNEWS.CO, Medan – Menginformasikan aksi unjuk rasa skala besar pada Jumat (18/9/2026) di Sana’a dan beberapa provinsi Yaman untuk menolak tuduhan Arab Saudi sekaligus menegaskan dukungan terhadap angkatan bersenjata Yaman.

Jutaan warga Yaman memadati ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada Jumat, 18 September 2026.

Aksi demonstrasi berskala besar ini digelar sebagai bentuk protes keras terhadap tuduhan Pemerintah Arab Saudi yang mengklaim kelompok Houthi (Ansarullah) meluncurkan serangan drone ke arah Kota Suci Makkah.

Dalam aksi yang dipusatkan di Al-Sabeen Square, Sanaa, massa membentangkan bendera raksasa Yaman dan menyuarakan penolakan atas narasi Riyadh.

Para demonstran menilai klaim pencegatan drone di wilayah selatan Makkah merupakan propaganda palsu yang dirancang untuk memprovokasi umat Islam internasional sekaligus menutupi kemunduran posisi militer koalisi di kawasan.

Pernyataan Resmi Media Pemerintah Yaman (SABA)

Media resmi Pemerintah Yaman di Sanaa, Kantor Berita SABA, merilis pernyataan resmi pada Jumat, 18 September 2026, yang mengutuk keras tuduhan Arab Saudi.

SABA menggambarkan klaim Riyadh sebagai “kebohongan abad ini” (lie of the era) dan manuver propaganda berbahaya untuk memutarbalikkan fakta serta mencari dalih eskalasi militer baru.

Dalam laporan resmi yang dirilis SABA pada 18 September 2026, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ulama Yaman, Sheikh Taha Al-Hadari, membacakan pernyataan sikap bersama dari massa demonstran.

“Tuduhan palsu ini merupakan kejahatan serius dan penghinaan terhadap identitas serta kehormatan Islam rakyat Yaman. Rakyat Yaman selalu berada di barisan terdepan dalam membela kesucian Makkah, Madinah, dan Masjid Al-Aqsa. Kami menegaskan hak Yaman untuk merespons pelanggaran ini dan memberikan wewenang penuh kepada kepemimpinan serta Angkatan Bersenjata Yaman untuk menentukan cara dan waktu respons yang tepat,” Sheikh Taha Al-Hadari.

Sebelumnya, pejabat senior kepemimpinan Sanaa, Mohammed al-Farah, juga menyampaikan bantahan resmi melalui kantor berita SABA menyusul tuduhan dari pihak koalisi Saudi.

“Kami secara tegas membantah adanya ancaman yang berasal dari Yaman terhadap kota Makkah atau situs suci Islam mana pun. Ini adalah kebohongan nyata dan manuver propaganda untuk memfabrikasi alasan balasan militer. Operasi militer kami transparan dan hanya menargetkan pangkalan serta infrastruktur militer pihak penyerang.” Ungkapnya.

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh pernyataan militer Arab Saudi yang mengklaim telah mengintersepsi pesawat nirawak mendekati ruang udara Makkah dan menetapkan keamanan kota suci tersebut sebagai garis merah (red line).

Kendati demikian, unjuk rasa massal dan pernyataan resmi media pemerintah di Sanaa menegaskan bahwa narasi tersebut murni propaganda untuk memecah belah solidaritas dunia Islam. (SN08)

Populer Minggu ini

PSMS Medan Bidik Kemenangan Perdana, Persiku Kudus Jajal Stadion Utama Sumatera Utara

Medan, SUMUTNEWS.CO– PSMS Medan membidik kemenangan perdana saat menjamu...

HUT PAN 28 Tahun, Prabowo Sentil Pakar Penyebar Fitnah: Cendekiawan Harus Jujur & Kutip Al-Baqarah 191

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menohok...

Brentford Hancurkan Chelsea 3-0 di Premier League 2026/2027

Medan, SUMUTNEWS.CO – Brentford meraih kemenangan meyakinkan atas Chelsea...

Inilah 3 Drakor Netflix yang Dibintangi Ji Chang Wook, Terbaru Ada The Scandal

Medan, SUMUTNEWS.CO – Ji Chang Wook menjadi salah satu...

Ariel NOAH Rayakan Ultah ke-45, Momen Dipeluk Wulan Guritno Jadi Sorotan

Medan, SUMUTNEWS.CO- Ariel NOAH tengah menikmati momen bahagia setelah...

Berita Terkait