SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Ketua Fraksi PAN-Perindo DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, minta 75% program PKH Makmur diarahkan ke Medan Utara. Sebab, di wilayah Medan Utara masih banyak terdapat masyarakat miskin.
Kata Bahrumsyah, di atas kertas angka kemiskinan Kota Medan berkisar 8 persen. Faktanya, di lapangan masih banyak ditemukan warga miskin.
“Bahkan, di Belawan masuk dalam kemiskinan ekstrem. Makanya, penambahan 10.000 kuota program PKH Makmur itu, kita arahkan 75% ke Medan Utara,” katanya, Sabtu (12/9/2026).
Terkait desil yang saat ini menjadi persoalan di masyarakat, sebut Wakil Ketua Komisi III itu, Pemkot Medan harus meminta kepada Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan verifikasi ulang data warga miskin. Sebab, masih banyak warga miskin masuk kategori (desil) mampu.
“Jangan karena gajinya UMR, terus langsung dianggap mampu. Jangan pula karena anaknya baru kerja 1 atau 2 bulan, terus dianggap mampu. Ini tidak akan menuntaskan persoalan kemiskinan untuk jangka panjang,” katanya.
Dia juga menyampaikan sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa DPRD bersama Pemkot Medan telah meluncurkan sejumlah program penanggulangan kemiskinan, di antaranya menyangkut bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang sosial.
Sebab, sambung Bahrumsyah, hak-hak warga miskin sebagaimana tercantum di dalam Perda menyangkut pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hak atas pekerjaan, modal usaha, hak atas perumahan, hak atas air bersih, lingkungan bersih dan sehat serta rasa aman dan nyaman. “Itu standar utama,” katanya.
(SN01)