SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan Islam untuk berperan lebih aktif dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu dalam Silaturahmi dan Koordinasi Membangun Sinergi antar ormas Islam bertema “Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat” di Kantor MUI Tapsel, Sipirok, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan yang dihadiri Ketua MUI, BWI, NU, Muhammadiyah, Al Jam’iyatul Washliyah, Baznas, serta belasan pimpinan ormas Islam lainnya ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun hunian, melainkan mengembalikan mata pencaharian warga.
Bencana banjir bandang 25 November 2025 lalu merusak lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian dan memaksa sebagian warga direlokasi. Pembangunan hunian tetap di Hapesong, Simatohir, Tandihat, dan lokasi lain terus berjalan. Namun, Bupati menegaskan itu belum cukup.
“Persoalan berikutnya adalah bagaimana masyarakat korban bencana kembali memiliki mata pencaharian. Di sinilah kami membutuhkan peran ormas Islam,” ujar Gus Irawan.
Pertumbuhan ekonomi Tapsel sempat turun dari di atas 5 persen menjadi 2,49 persen pada triwulan IV 2025. Berkat berbagai intervensi, angka itu perlahan naik menjadi 3,49 persen (triwulan I 2026) dan 4,57 persen (triwulan II 2026).
Pemkab kini mendorong pengembangan jagung, kopi, peternakan, perikanan, serta pembiayaan produktif bersama Bank Sumut dan Baznas agar pemulihan ekonomi berkelanjutan.
Gus menilai ormas Islam memiliki jaringan hingga ke desa-desa yang sangat strategis. Pengajian dan kegiatan keagamaan tak hanya memperkuat iman, tetapi juga bisa menjadi saluran informasi program pemberdayaan sekaligus membangun kembali semangat warga pascabencana.
Tiga tantangan besar yang juga disoroti dalam pertemuan, yakni narkoba dan judi online, jeratan rentenir, dan kemiskinan.
Bupati berharap ormas Islam turut menyosialisasikan alternatif pembiayaan produktif yang disiapkan pemerintah bersama Bank Sumut, khususnya melalui organisasi perempuan seperti BKMT, Aisyiyah, dan Muslimat NU.
Ketua MUI Tapsel, Ali Sati Rangkuti, menyambut baik pertemuan ini. “Kita ingin ke depan ada program kerja yang bisa disinergikan. Bekerja sama dan sama-sama bekerja agar Tapsel lebih cepat pulih dan bangkit lebih kuat,” katanya.
Ia berharap arahan Bupati dapat menjadi pedoman bagi seluruh ormas Islam dalam menentukan langkah konkret di tengah masyarakat.
Pertemuan tersebut akhirnya tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat peran ormas Islam dalam membantu pemerintah menghadapi dampak pascabencana, memperkuat ketahanan sosial, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta menjaga Tapsel dari ancaman narkoba, rentenir dan kemiskinan. (SN11)