SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H. Binsar Nasution, A.Md., S.H., menjadi korban penikaman di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Sabtu (3/10/2026).
Serangan terjadi saat korban baru saja melaksanakan kegiatan reses dan mengantar jenazah ke tempat pemakaman umum. Pelaku berhasil diamankan kepolisian dalam waktu kurang dari satu jam setelah peristiwa.
Korban yang mewakili Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan V mengalami luka tusuk di leher sebelah kanan sedalam sekitar 3 sentimeter serta di punggung sebelah kanan sedalam 5 sentimeter.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Saat Binsar Nasution bersama rekannya, Afner, berbincang di samping rumah warga bernama Husnah Lubis, pelaku tiba-tiba mendekat, merangkul korban dari belakang, lalu menikamnya secara mendadak.
Korban berteriak kesakitan dan berusaha lari, namun pelaku sempat mengejar hingga korban terjatuh di halaman rumah tersebut.
Kepala Desa Pintu Padang Julu, Muliadi Lubis, menjelaskan bahwa sebelumnya korban telah melaksanakan reses di desanya, kemudian melayat di rumah duka dan ikut mengantarkan jenazah ke TPU.
“Saat hendak dimakamkan saya pulang lebih dulu, tak lama setelah tiba di rumah, kabar datang beliau telah ditikam,” ujarnya.
Warga yang menyaksikan segera membawa korban ke Puskesmas Siabu untuk pertolongan pertama. Karena luka cukup serius, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah. Pihak Puskesmas membenarkan adanya penanganan terhadap korban.
Berkat respons cepat jajaran Polsek Siabu di bawah Kapolsek IPTU Ahmad Juli Nasution, pelaku berhasil diamankan dalam waktu kurang dari satu jam. Teridentifikasi sebagai Muhammad Yusuf Pulungan (60), seorang petani berdomisili di Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu.
Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan perselisihan lama terkait harta warisan yang disebut telah dijual kepada korban.
Meski demikian, kepolisian belum menutup kemungkinan motif lain dan masih mendalami keterangan serta bukti secara menyeluruh.
Sebelumnya beredar informasi pelaku diduga mengalami gangguan kesehatan jiwa atau dendam pribadi, yang kini sedang diverifikasi tim penyidik.
Pelaku kini berada dalam pengamanan dan akan diserahkan ke Polres Madina untuk proses hukum lebih lanjut.
Kondisi terkini korban serta perkembangan penyelidikan masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. (SN11)