SumutNews.co, Riyadh – Pelaksanaan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Global 2026 di Riyadh, Arab Saudi, menyerukan perubahan mendasar dalam penilaian program bantuan sosial. Para ahli dan praktisi yang hadir menegaskan bahwa indikator keberhasilan CSR tidak lagi cukup diukur dari besarnya anggaran yang dihabiskan atau jumlah penerima manfaat, melainkan dari dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Acara edisi kedua yang berlangsung selama dua hari mulai Senin, 5 Oktober 2026, ini diselenggarakan oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (HRSD) Arab Saudi di bawah naungan Raja Salman bin Abdulaziz.
Mengusung tema “From Commitment to Impact”, forum ini menghadirkan jajaran eksekutif sektor publik dan swasta, regulator, lembaga penyusun standar, hingga akademisi.
Direktur Jenderal Pusat Pembangunan Sosial & SDM, Meshari Al-Mermish, menyatakan bahwa pusat pembangunan sosial di Arab Saudi kini berfokus menghubungkan kebutuhan prioritas masyarakat lokal dengan peluang investasi sosial dari sektor swasta.
Menurut dia, alokasi sumber daya harus diarahkan pada intervensi yang berawal dari kebutuhan riil dan berujung pada hasil yang dapat diukur.
Di sisi lain, Kepala Kemitraan dan Sukarelawan Asosiasi Alborhan, Faisal Alshammari, menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam efisiensi program. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta pemanfaatan transformasi digital dinilai mampu meningkatkan akurasi data dampak sekaligus menekan biaya operasional lembaga nirlaba.
Langkah ini sejalan dengan sasaran Saudi Vision 2030 dalam menjamin transparansi serta efektivitas penggunaan dana.
Pendiri Nmo Academy, Abdullah Alkhamais, menilai tantangan terbesar dalam inisiatif sosial saat ini adalah minimnya sistem pengukuran kinerja yang terstruktur. Ia mendorong pembentukan Indeks Dampak Sosial Nasional Terpadu (Unified National Social Impact Index) sebagai standar acuan nasional untuk mengaitkan pendanaan langsung dengan hasil yang dicapai.
Sementara itu, dari sektor pelayanan kesehatan, Manajer Urusan Administratif Kompleks Medis Al Jazeera, Saadoun Alenazi, menyarankan setiap penyedia layanan untuk memetakan kebutuhan dasar komunitas sebelum meluncurkan program. Pendekatan berbasis data kebutuhan tersebut dianggap menjadi kunci utama agar inisiatif sosial dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (SN17)