Iran Serahkan Proposal Nuklir ke AS Lewat Qatar, Ajukan Tujuh Syarat

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Iran dikabarkan telah mengirimkan proposal terkait program nuklirnya kepada Amerika Serikat melalui perantara Qatar. Berdasarkan keterangan seorang pejabat senior Iran pada Kamis (5/11/2026), draf tersebut baru akan dibahas setelah Washington memenuhi tujuh tuntutan yang diajukan Teheran.

Mengutip pernyataan kantor berita Reuters yang mengatakan pejabat yang anonim itu mengungkapkan bahwa pihak AS saat ini tengah meninjau proposal tersebut, namun ia enggan merinci detail isinya.

Langkah diplomatik ini mengemuka di tengah meningkatnya upaya para mediator internasional untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Qatar Minta Itikad Baik Iran dan Desak Pembukaan Selat Hormuz

Kekhawatiran eskalasi menguat pasca pemilu paruh waktu (midterm) di AS, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump pada Selasa, 3 November 2026, yang menolak menutup kemungkinan melanjutkan operasi tempur setelah pemilu. Di sisi lain, Iran telah merencanakan pembalasan yang lebih luas jika konflik kembali pecah.

Sebelumnya, pejabat tinggi keamanan Iran Mohsen Rezaei dalam kunjungannya ke Rusia menegaskan sikap keras negaranya terkait perundingan tersebut.

“Dalam masalah diplomasi, kami telah mengumumkan tujuh persyaratan kepada pihak Amerika. Selama mereka tidak melaksanakan ketujuh persyaratan kami, kami tidak akan membuka Selat Hormuz maupun mengadakan negosiasi,” ujar Mohsen.

Baca juga:  Tiga Warga Palestina Tewas dalam Rentetan Serangan Israel di Jalur Gaza

Dalam daftar tuntutannya, Iran mendesak pencabutan sanksi ekonomi AS, pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, serta pembayaran reparasi perang.

Sebaliknya, Washington tetap bersikeras agar masalah nuklir dimasukkan sebagai bagian dari negosiasi awal.

Konflik terbuka antara Iran serta aliansi AS dan Israel pecah sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan gempuran ke arah Israel serta sejumlah negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Baca juga:  Partai Republik Desak Trump Ubah Arah Kebijakan Usai Kekalahan Telak dalam Pemilu 2026 ini

Eskalasi konflik juga meluas ke Lebanon melalui bentrokan antara milisi Hizbullah dan Israel, serta merembes ke Yaman di mana kelompok Houthi melancarkan serangan terhadap fasilitas energi dan bandara di Arab Saudi. (SN17)

Berita Terkait

Prancis Kirim Pasukan Amankan Arab Saudi dari Serangan Houthi

SumutNews, — Pemerintah Prancis memutuskan untuk menyiagakan pasukan dan...

Trump Desak Zelensky Buat Kesepakatan dengan Rusia: Rakyat Ukraina Tak Sanggup Lagi

​SumutNews.co, Washington -Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden...

Koalisi Ungkap Milisi Houthi Serang Stasiun Listrik Penyuplai Masjid Nabawi

SUMUTNEWS.CO, Riyadh - Mayor Jenderal Turki Al-Maliki memberikan keterangan...

Tembakan Israel di Gaza Tengah Tewaskan Satu Warga Palestina

SUMUTNEWS.CO, Gaza — Seorang warga Palestina tewas dan beberapa...

Houthi Diduga Gunakan Senjata Kimia di Taiz, Yaman Desak PBB Gelar Investigasi

SumutNews.co, Jakarta - Otoritas lokal di Taiz, Yaman, mendesak...

Berita Terbaru