Prancis Kirim Pasukan Amankan Arab Saudi dari Serangan Houthi

SumutNews, — Pemerintah Prancis memutuskan untuk menyiagakan pasukan dan peralatan militer ke Arab Saudi , posisi pasukan bersenjata Francis ditempatkan pada perlindungan Pelabuhan Minyak Yanbu yang memiliki nilai strategis.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ancaman serangan militer kelompok Houthi dari Yaman di jalur pelayaran Laut Merah.

Pengerahan militer ini menyusul pertemuan menteri bersama antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan Prancis yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Selasa, 23 September 2025.

Pertemuan yang dihadiri enam menteri luar negeri negara Teluk tersebut berfokus pada eskalasi keamanan kawasan dan dampaknya terhadap pasokan energi global.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi komitmen militer tersebut dalam wawancara televisi lokal. Ia menegaskan bahwa stabilitas rute minyak Laut Merah merupakan faktor krusial bagi pasokan energi Eropa dan pasar global.

Baca juga:  Satu Hari Dua Bara: Pertempuran Marib dan Ledakan Depot Senjata Aleppo Timur Tengah

“Beberapa juta barel minyak melintasi Laut Merah dan rute Yanbu di Arab Saudi setiap harinya. Rute tersebut sangat terdampak oleh serangan, dan kami telah berkomitmen untuk membantu mengamankannya,” ujar Macron. “Kami akan mengirimkan aset militer, prajurit, sistem radar, dan sistem pertahanan—untuk melindungi lokasi-lokasi strategis tersebut.”

Eskalasi di Laut Merah meningkat tajam setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap pelayaran Arab Saudi sejak Juli lalu. Pada Kamis, 24 September 2026, otoritas Arab Saudi melaporkan telah mencegat enam rudal balistik Houthi yang ditujukan ke pelabuhan Yanbu dan kota Taif.

Baca juga:  Sore Tadi ​DK PBB Kutuk Serangan Houthi dan Tegaskan Hak Arab Saudi Membela Diri

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud menegaskan bahwa ancaman terhadap jalur pelayaran internasional bukan hanya masalah domestik negaranya, melainkan ancaman terhadap stabilitas keamanan dunia.

“Kenyataan bahwa Houthi mengancam Bab Al-Mandab dan pelayaran internasional merupakan risiko bagi stabilitas keamanan internasional. Artinya, tanggung jawab menangani ancaman ini ada di tangan seluruh komunitas internasional,” kata Pangeran Faisal

Analis International Crisis Group, Yasmine Farouk, menilai keputusan Prancis ini dapat mendorong negara-negara Eropa lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam mendukung stabilitas kawasan Teluk. Menurutnya, respons militer ini melengkapi kebijakan luar negeri jangka panjang Paris untuk menjadi mitra pertahanan tepercaya di kawasan.

Baca juga:  Trump Desak Zelensky Hentikan Serangan ke Kilang Minyak Rusia, Khawatirkan Harga Solar Dunia

Sebelumnya, Inggris dan Italia juga telah mengerahkan dukungan militer pertahanan udara di kawasan tersebut. Inggris menempatkan sistem pertahanan udara Sky Sabre serta pesawat tanker RAF Voyager, sementara Italia menyiagakan jet tempur Typhoon untuk membantu menjaga wilayah udara Arab Saudi dari ancaman rudal dan drone.

Prancis sendiri memegang posisi strategis di wilayah tersebut melalui pangkalan militer tetap di Jibuti, tepat di mulut Selat Bab Al-Mandab, dengan kekuatan sekitar 1.500 personel, serta keterlibatan aktif dalam Misi Operasi Aspides Uni Eropa untuk mengamankan kapal-kapal komersial. (SN17)

Berita Terbaru

John Herdman Puas Timnas Indonesia Kalahkan Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Jakarta, SUMUTNEWS CO– Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puas...

Zinedine Zidane Nilai Prancis Pantas Menang atas Turki di Nations League 2026

Kocaeli, SUMUTNEWS.CO– Timnas Prancis mengawali kiprahnya di UEFA Nations...

Intip Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax, Turbo, Dexlite, dan Dex

Medan, SUMUTNEWS.CO – Harga BBM Pertamina hari ini, Sabtu...

Gelombang Anti-Syariah Politikus Republik Menjelang Pemilu dan Perlawanan Muslim Amerika

SUMUTNEWS.CO, Jakarta - Komunitas Muslim di Serikat Serikat kembali...

Pemimpin Yaman Rashad Al-Alimi Serukan Mobilisasi Umum Lawan Houthi

SUMUTNEWS.CO, Medan - Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensi Yaman Rashad...

Berita Terkait