Partai Republik Desak Trump Ubah Arah Kebijakan Usai Kekalahan Telak dalam Pemilu 2026 ini

SumutNews.co, Washington- Presiden Donald Trump menghadapi tekanan dari internal Partai Republik pada hari Rabu untuk mengubah arah kebijakan setelah kekalahan telak dalam sela (midterm election) yang memberikan kendali Kongres kepada Partai Demokrat serta penolakan pemilih terhadap kandidat-kandidat pilihan Trump di sejumlah pertarungan kunci.

Para sekutu dan ahli strategi Partai Republik menyerukan agar Trump melakukan perombakan personel di Gedung Putih, memulihkan kedisiplinan, serta membatalkan kebijakan-kebijakan yang dianggap sebagai penyebab kekalahan, termasuk perang di Iran dan tarif, menjelang tahun-tahun terakhir masa kepresidenannya.

Ahli strategi senior Partai Republik, John Feehery, menyebut hasil tersebut sebagai “bencana besar” bagi Trump. “Ia perlu membersihkan rumah,” kata Feehery. “Mulai hari ini dan seterusnya, posisinya akan semakin melemah.”

Namun, Trump menunjukkan sedikit indikasi bahwa ia menganggap hasil pemilu tersebut sebagai alasan untuk mengubah arah. “Saya tidak menganggapnya sebagai pukulan bagi diri saya,” ujarnya kepada Fox News larut Selasa kemarin.

Partai Demokrat kini memiliki kekuasaan untuk memblokir legislasi Trump, menyelidiki pemerintahannya, dan menantang para pejabat yang ia tunjuk. Hal ini diperkirakan akan mendorong Trump, yang sebelumnya telah menggunakan wewenang eksekutif secara agresif, untuk semakin mengandalkan tindakan sepihak.

Baca juga:  Goyah Jelang Pemilu Sela AS, Donald Trump Berjibaku Bendung Demokrat

Ia juga harus memutuskan apakah akan tetap melanjutkan agenda politik yang dikhawatirkan sebagian politisi Partai Republik telah menjadi beban politik, terutama bagi calon pengganti potensial yang membidik kursi Gedung Putih pada tahun 2028.

Wakil Presiden JD Vance, yang dipandang sebagai pewaris politik Trump, tampak menjaga jarak dari sang presiden pada hari Rabu dengan menyalahkan perang Iran atas kekalahan dalam pemilu paruh waktu tersebut. Para ahli strategi dan pejabat partai mengatakan bahwa keretakan semacam itu mungkin akan semakin sering terjadi jika Partai Republik menyimpulkan bahwa cengkeraman lama Trump terhadap basis pemilih partai mulai melemah.

Gedung Putih Bersiap Hadapi Perombakan Staf dan Penyelidikan

Di dalam Gedung Putih, para staf senior bersiap menghadapi kemungkinan kepergian pegawai, perubahan kabinet, dan penyelidikan oleh Partai Demokrat, menurut seorang pejabat senior yang berbicara secara anonim.

“Suasana di sini sungguh sangat buruk saat ini, Moral berada pada titik terendah.” Kata pejabat tersebut

Baca juga:  Putra Mahkota Yordania dan Arab Saudi Bertemu di Riyadh, Bahas Serangan Houthi

Ia mengatakan bahwa jajak pendapat internal telah memperingatkan enam minggu sebelum pemilu bahwa Partai Republik berada di jalur kekalahan di kedua kamar parlemen, namun Trump menolak untuk mengubah haluan terkait isu Iran meskipun telah diperingatkan tentang konsekuensi politiknya.

“Pada akhirnya, ia tidak peduli,”Ia menolak mendengarkan siapa pun.” Ungkap Pejabat itu.

Trump mengakui pada Selasa malam bahwa perang Iran yang telah berlangsung selama delapan bulan telah merugikan para kandidat dari Partai Republik, namun ia tetap membela keputusannya untuk melancarkan konflik tersebut.

Kekhawatiran Partai Republik melampaui masalah perang. Dalam kelompok fokus (focus groups) yang diadakan untuk persaingan ketat Senat di tempat-tempat seperti Michigan dan Iowa, para penasihat politik nasional Partai Republik semakin khawatir pada musim panas ini ketika semakin banyak pemilih dari Partai Republik dan independen menyuarakan penolakan terhadap fokus presiden pada renovasi ruang dansa Gedung Putih dan proyek-proyek di Washington, menurut seorang penasihat politik Partai Republik.

“Jika Trump menghabiskan dua tahun ke depan untuk membahas hal-hal remeh yang sama, kita akan kembali babak belur di pemilu berikutnya,” kata penasihat tersebut.

Baca juga:  Utusan Iran Temui Mediator Qatar di Doha, Redam Potensi Serangan AS Pasca-Pemilu Sela

Namun pada hari Rabu 4/11/2026 kemarin, Trump mengumpulkan para wartawan untuk kunjungan mendadak ke lokasi konstruksi ruang dansa tersebut dan membela waktu yang telah ia curahkan untuk proyek itu.

Gedung Putih juga menampilkan sikap publik yang menantang, mengunggah foto Trump di media sosial dengan pesan: “PSA: TRUMP IS STILL YOUR PRESIDENT.”

Trump masih memegang kekuasaan yang besar. Gedung Putih sebelumnya melaporkan bahwa mereka telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan tindakan eksekutif terkait imigrasi, tarif, perumahan, dan belanja federal yang dapat memungkinkannya memajukan sebagian agendanya terlepas dari penolakan Partai Demokrat.

Namun wewenang eksekutif tidak akan mampu melindungi pemerintahan dari penyelidikan kongres.

“Tidak ada yang ingin berurusan dengan penyelidikan-penyelidikan tersebut,” kata pejabat itu. (SN17)

Berita Terkait

Pemkot Medan Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Sebagai upaya penanganan dampak inflasi yang...

GTPP Covid-19 Sumut Bakal Bantu RS Klaim Biaya Covid-19

SUMUTNEWS.CO - Medan | Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP)...

PLN Icon Plus Beri Penghargaan terhadap Kinerja Mitra Service Point Tahun 2024

Sumutnews.co, Medan– PLN Icon Plus melalui layanan internet unggulan,...

Satgas Covid-19 Mebidang Bubarkan Lagi Pengunjung Hiburan Malam

SUMUTNEWS.CO - Medan | Razia protokol kesehatan oleh Tim...

DPRD Medan Minta PT KAL Hentikan Operasional karena Diduga Tak Punya IPAL

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - DPRD Dewan minta PT. KAL (Karya...

Berita Terbaru