SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia Tapanuli Bagian Selatan (JMSI Tabagsel), Yusrizal Nasution yang akrab disapa Ucok Rizal menyampaikan ucapan selamat milad ke-74 kepada Drs. H. Bachrum Harahap, salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal pembangunan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).
Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas perjalanan panjang Bachrum Harahap dalam pemerintahan dan pengabdiannya kepada masyarakat. Bachrum diketahui pernah memimpin Kabupaten Paluta selama dua periode, yakni 2008-2013 dan 2013-2018.
Menurut Ucok Rizal, kiprah Bapak Bachrum Harahap tidak hanya dapat dilihat dari masa kepemimpinannya sebagai kepala daerah, tetapi juga dari keterlibatannya dalam fase awal pembentukan dan pembangunan Paluta sebagai daerah otonom.
“Selamat milad ke-74 kepada Bapak Bachrum Harahap. Kami dari JMSI Tabagsel menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas seluruh pengabdian serta kontribusi beliau terhadap pembangunan Paluta dan kawasan Tabagsel,” ujar Ucok Rizal Nasution.
Ia menilai perjalanan Bachrum Harahap telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Paluta. Gagasan, kebijakan dan pengabdian yang dilakukan pada masa awal pemerintahan daerah dinilai memiliki arti tersendiri dalam membentuk fondasi pembangunan Paluta.
Ucok Rizal mengatakan, pembangunan sebuah daerah tidak pernah berdiri di atas kerja satu orang. Ada banyak tokoh, masyarakat, aparatur pemerintahan, pemuda, organisasi serta elemen lainnya yang ikut memberikan kontribusi.
Karena itu, momentum milad ke-74 Bachrum Harahap dinilai menjadi kesempatan untuk mengenang kembali perjalanan seorang tokoh yang pernah mengambil bagian dalam fase penting pembangunan Paluta.
“Perjalanan Paluta tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para tokoh yang telah memberikan waktu, pemikiran dan tenaga untuk daerah. Pak Bachrum adalah salah satu tokoh yang jejak pengabdiannya patut diapresiasi dan menjadi bagian dari sejarah pembangunan Paluta,” katanya.
Bachrum Harahap dan Fondasi Awal Paluta
Bachrum Harahap merupakan salah satu nama yang lekat dengan sejarah pemerintahan Kabupaten Padang Lawas Utara.
Paluta resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara di Provinsi Sumatera Utara.
Dalam perjalanan awal sebagai daerah otonom, Paluta menghadapi tantangan besar untuk membangun sistem pemerintahan sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Bachrum Harahap kemudian dipercaya menjadi Bupati Paluta selama dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018. Periode tersebut merupakan fase penting karena pemerintah daerah harus membangun fondasi pelayanan pemerintahan dan pembangunan dari awal.
Pembangunan infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Paluta juga mencatat Bachrum Harahap sebagai salah satu tokoh pemekaran daerah tersebut. Namanya kembali disebut dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Paluta ke-18 pada 2025 sebagai tokoh pemekaran sekaligus Bupati Paluta periode 2008-2018.
Dorong Pendidikan dan Lahirnya Perguruan Tinggi di Paluta
Perhatian Bachrum Harahap terhadap pembangunan daerah juga tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Salah satu gagasan yang pernah disampaikannya setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai bupati adalah pentingnya kehadiran perguruan tinggi atau universitas di Kabupaten Paluta.
Bachrum yang pernah menjadi dosen IKIP Medan cabang Padangsidimpuan menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Keberadaan perguruan tinggi di daerah, menurut gagasan tersebut, dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda Paluta untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
Gagasan itu sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan jalan, gedung atau infrastruktur lainnya. Peningkatan kualitas manusia menjadi investasi jangka panjang yang turut menentukan masa depan sebuah daerah.
Dua Periode Memimpin, Kemudian Estafet Kepemimpinan Berlanjut
Setelah menyelesaikan dua periode kepemimpinannya, estafet pemerintahan Paluta kemudian berlanjut kepada generasi berikutnya.
Pada 2018, putranya, H. Andar Amin Harahap, melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati Paluta untuk periode 2018-2023.
Perjalanan pemerintahan Paluta kemudian terus berkembang dan berganti kepemimpinan. Saat ini, Kabupaten Paluta dipimpin H. Reski Basyah Harahap, S.STP., M.Si., untuk masa jabatan 2025-2030.
Kehadiran Bachrum Harahap dalam sejumlah momentum pemerintahan daerah juga memperlihatkan bahwa dirinya masih menjadi bagian dari perjalanan sejarah Paluta.
Pada peringatan Hari Jadi Paluta ke-18 tahun 2025, misalnya, Bachrum masih hadir sebagai salah satu tokoh pemekaran daerah.
Tetap Memberikan Perhatian terhadap Masyarakat
Selain dikenal sebagai mantan kepala daerah, Bachrum Harahap juga tercatat memiliki perhatian terhadap kehidupan sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Ketika masih menjabat Bupati Paluta pada 2017, Bachrum menghadiri pelantikan ribuan kader Pemuda Pancasila di daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia mendorong organisasi kemasyarakatan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan Bachrum dalam kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan di Paluta.
Atas perjalanan dan kontribusinya, Bachrum Harahap kerap dipandang sebagai salah satu figur yang identik dengan fase awal pembangunan Kabupaten Paluta.
Sebutan “Bapak Pembangunan Paluta” pun melekat sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya terhadap daerah.
Ucok Rizal: Pengabdian Harus Menjadi Inspirasi Generasi Muda
Ucok Rizal Nasution mengatakan, perjalanan panjang Bachrum Harahap seharusnya tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi berikutnya.
Menurutnya, pembangunan daerah merupakan proses yang terus berlangsung dan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan hal-hal baik yang telah dimulai oleh para pendahulu.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap generasi melanjutkan hal-hal baik yang sudah dimulai para pendahulu. Pembangunan daerah harus terus bergerak dan manfaatnya harus dirasakan masyarakat,” ujar Ucok Rizal.
Ia juga berharap Bachrum Harahap selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus menyaksikan perkembangan Paluta dan memberikan pemikiran maupun nasihat kepada generasi penerus.
“Atas nama JMSI Tabagsel, kami mengucapkan selamat milad ke-74 kepada Bapak Bachrum Harahap. Semoga selalu sehat, panjang umur, bahagia bersama keluarga dan terus menjadi panutan bagi masyarakat Tabagsel,” katanya.
Momentum milad ke-74 tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pembangunan Kabupaten Padang Lawas Utara tidak hanya berbicara mengenai program, anggaran dan pembangunan fisik.
Di balik perjalanan sebuah daerah, terdapat tokoh-tokoh yang pernah memberikan gagasan, tenaga dan pengabdian untuk meletakkan fondasi bagi generasi berikutnya.
Bagi Paluta, perjalanan Bachrum Harahap menjadi salah satu bagian dari sejarah tersebut. (SN11)