Penangkapan Massal di Tepi Barat: 95 Warga Palestina Ditahan, Ratusan Rumah Digerebek

SUMUTNEWS.CO, Ramallah — Pasukan pendudukan Israel melakukan gelombang penangkapan besar-besaran di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki, semalam hingga Kamis pagi (8/10/2026).

Sekitar 95 warga Palestina ditangkap dan diinterogasi di tempat, menjadikan ini salah satu kampanye penahanan terbesar dalam waktu belakangan ini, melansir kantor berita WAFA.

Operasi penangkapan dan penggeledahan berlangsung di sejumlah kota dan desa, antara lain:

  • Tubas & Tulkarm: Pasukan menyerbu Aqaba dan Tammun, menahan 25 warga. Rumah-rumah warga di pinggiran Tulkarm direbut dan diubah menjadi pos militer.
  • Nablus & Ramallah: Pemukim bersenjata menyerang para petani yang sedang memanen zaitun, melukai warga dan merusak kebun.
  • Salfit: Empat warga terluka saat kelompok pemukim menyerang warga desa yang sedang berada di ladang mereka.
  • Yerusalem Timur: Pasukan menyerang Wali Kota al-Eizariya dan menggeledah empat rumah warga. Sementara itu, Inggris menegaskan kembali status Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menolak perintah Israel menutup Konsulat Inggris di sana.
  • Hebron: Pemberitahuan pembongkaran disampaikan untuk tiga gua tempat tinggal dan bangunan pertanian di kawasan Masafer Yatta.
  • Al-Ramadin: Pasukan dan puluhan pemukim menyerbu pusat kebudayaan setempat dan menutupnya secara paksa.
Baca juga:  Di Bawah Perlindungan Tentara Israel, Pemukim Bakar Rumah dan Kandang Ternak Warga Ma'azi Jaba

Di Qalqilya, kampanye penahanan secara khusus menargetkan mantan tahanan beserta keluarga mereka, termasuk ibu dan istri seorang tahanan.

Rumah Kepala Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman, Muayyad Shaaban, juga digerebek dan digeledah.

Organisasi Tahanan Palestina mencatat jumlah warga yang ditangkap di Tepi Barat telah melampaui 26.000 orang sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Baca juga:  Hamas Tawarkan Mediasi untuk Akhiri Konflik Yaman

Sementara pihak Israel mencatat ada sekitar 46.000 kasus penahanan dan interogasi di Tepi Barat dalam periode yang sama.

Penggerebekan disertai perusakan barang-barang di dalam rumah dan kekerasan terhadap warga.

Organisasi tersebut menegaskan penahanan massal dan interogasi di tempat merupakan bagian dari sistem kontrol yang semakin diperketat oleh pendudukan, bertepatan dengan lonjakan serangan pemukim dan musim panen zaitun yang kerap menjadi sasaran.

Baca juga:  World Space Week 2026 Usung Tema “Rocket Revolution”, Ini Perubahan Besar Teknologi Roket

“Kebijakan ini meningkat secara belum pernah terjadi sebelumnya sejak perang di Gaza dimulai. Terus berlanjutnya pelanggaran tanpa sanksi mendorong Israel semakin berani,” tegas pernyataan Organisasi Tahanan Palestina.

Mereka menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak berdiam diri dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran yang terus berulang terhadap rakyat Palestina. (SN/WF)

Berita Terbaru

Barat Laut Gaza Diserang Artileri, Seorang Wanita Tewas, Sementara di Tepi Barat Petani Zaitun Diserang Pemukim

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Serangan artileri Israel menghantam kawasan sekitar Stasiun...

Keluhan dan Harapan, Begini Kondisi Terkini Jalur Batu Jomba, Pengemudi Diminta Waspada

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Kondisi ruas jalan nasional Batu...

Pemko Padangsidimpuan Pasang Sistem Deteksi Dini Banjir di Angkola Julu

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai memetakan titik...

Jejak Sanusi Pane Diperjuangkan, Bupati Gus Irawan: Tokoh Bahasa dari Tapanuli Harus Dikenal Generasi Muda

SUMUTNEWS.CO, Medan — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus...

Bersatu Lawan Narkoba, JMSI Tabagsel: Jangan Ada Kompromi untuk Bandar

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota...

Berita Terkait