Jejak Sanusi Pane Diperjuangkan, Bupati Gus Irawan: Tokoh Bahasa dari Tapanuli Harus Dikenal Generasi Muda

SUMUTNEWS.CO, Medan — Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya menghidupkan kembali warisan pemikiran Sanusi Pane, tokoh kelahiran Muara Sipongi yang dikenal sebagai salah satu pendiri kebahasaan dan kesusastraan Indonesia.

Seruan itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam dialog bertajuk “Sanusi Pane: Penggerak Bahasa Indonesia”, yang digelar Balai Bahasa Sumatera Utara bersama TVRI Sumut di Medan, Kamis (8/10/2026).

Sanusi Pane lahir di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, pada 14 November 1905. Ia dikenal sebagai sastrawan Angkatan Pujangga Baru, pendidik, wartawan, dan pemikir kebudayaan yang memperjuangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa. Namun namanya belum seluas tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya.

Baca juga:  Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, Wakapolres Tapsel: Jadikan Pancasila Pedoman dalam Setiap Sikap

“Anak-anak muda perlu mengetahui bahwa kawasan Tapanuli memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh pemikir dan pejuang kebudayaan. Warisan intelektual keluarga Pane harus terus kita hidupkan,” ujar Gus Irawan.

Bupati juga menegaskan dukungan Pemkab Tapsel terhadap aspirasi masyarakat yang mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional.

“Dengan jasa-jasa luar biasa beliau sebagai pemersatu melalui Bahasa Persatuan Indonesia, itu menjadi dasar untuk mengajukan ke pahlawanan nasional,” jelasnya.

Baca juga:  Dua Rumah Ludes Terbakar, Bupati Gus Irawan Sampaikan Kepedulian & Bantuan di Desa Situmba

Ia menyadari pengusulan ini membutuhkan kajian mendalam dan bukti sejarah yang kuat. Karena itu, Pemkab Tapsel menjajaki kerja sama dengan Balai Bahasa dan kalangan akademisi untuk mendokumentasikan jejak dan karya Sanusi Pane secara lebih lengkap.

Gus Irawan mengajak generasi muda tidak hanya mempelajari karya Sanusi Pane di ruang kelas, tetapi memanfaatkan media digital seperti YouTube, Instagram, hingga TikTok untuk memperkenalkan keindahan bahasa, sastra, dan budaya bangsa ke mata dunia.

“Jadikan teknologi sebagai alat untuk mengenalkan keindahan bahasa kita, sastra kita, dan budaya daerah kita,” pesannya.

Baca juga:  Keluhan dan Harapan, Begini Kondisi Terkini Jalur Batu Jomba, Pengemudi Diminta Waspada

Pemkab Tapsel juga berencana mendorong kegiatan literasi, taman bacaan, festival sastra, musikalisasi puisi, hingga pementasan teater, agar karya tokoh seperti Sanusi Pane tidak hanya menjadi bahan kajian akademis, tetapi hidup di tengah masyarakat luas. (SN12)

Berita Terbaru

Barat Laut Gaza Diserang Artileri, Seorang Wanita Tewas, Sementara di Tepi Barat Petani Zaitun Diserang Pemukim

SUMUTNEWS.CO, Gaza - Serangan artileri Israel menghantam kawasan sekitar Stasiun...

Keluhan dan Harapan, Begini Kondisi Terkini Jalur Batu Jomba, Pengemudi Diminta Waspada

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan — Kondisi ruas jalan nasional Batu...

Pemko Padangsidimpuan Pasang Sistem Deteksi Dini Banjir di Angkola Julu

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai memetakan titik...

Penangkapan Massal di Tepi Barat: 95 Warga Palestina Ditahan, Ratusan Rumah Digerebek

SUMUTNEWS.CO, Ramallah — Pasukan pendudukan Israel melakukan gelombang penangkapan...

Bersatu Lawan Narkoba, JMSI Tabagsel: Jangan Ada Kompromi untuk Bandar

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota...

Berita Terkait