Kelaparan, Dilarang Berobat, dan Diserang: Kisah Mengenaskan Tahanan Palestina di Penjara Israel

SUMUTNEWS.CO, Ramallah — Warga Tahanan Palestina melaporkan adanya puluhan serangan penindasan yang dilakukan pihak berwenang Israel terhadap para tahanan Palestina di berbagai fasilitas penjara sejak 7 Oktober 2026.

Kekerasan tersebut meliputi penggunaan peluru karet, gas air mata, senjata kejut listrik, hingga penolakan akses layanan kesehatan dan kelaparan yang disengaja.

Berdasarkan kesaksian awal yang dikumpulkan hingga akhir pekan lalu, kondisi buruk ini ternyata telah berlangsung secara sistematis selama tiga tahun sejak dimulainya perang di Jalur Gaza.

Baca juga:  Riyadh Membalas: Koalisi Arab Saudi dkk Hantam 136 Target Houthi, Rinci Kekuatan Aliansi, dan Pasang Garis Merah di PBB

Pola penindasan mencakup penyerangan fisik, penolakan akses pengobatan, kelaparan yang disengaja, serta penghinaan yang bertujuan menghancurkan fisik dan mental para tahanan.

Di Penjara Damon, bagian tahanan perempuan diserang sebanyak tiga kali pada tanggal 7 Oktober saja.

Gas air mata dan granat kejut digunakan di dalam ruangan, menyebabkan banyak perempuan mengalami sesak napas.

Para tahanan dikeluarkan ke halaman penjara dalam keadaan diborgol, dimaki, dan dipaksa berbaring telungkup sambil difoto.

“Sebagian perempuan bahkan ditempatkan di sel isolasi hanya karena menata rambut kepang mereka. Mereka dipaksa membuka kepang rambutnya, dan 15 orang akhirnya dipindahkan ke sel isolasi,” dalam laporan yang dilansir dari WAFA, Minggu (18/10/2026).

Baca juga:  Dua Rudal Houthi Hantam Bandara Aden Yaman, Tak Ada Korban Jiwa

Kekerasan berlanjut pada 8 Oktober ketika unit khusus kembali menyerang dan menggunakan semprotan merica terhadap para tahanan perempuan. Kasur dilempar ke lantai dan sampah makanan disebarkan di atasnya secara sengaja.

Penindasan dilaporkan lebih luas dan berat di penjara-penjara besar seperti Janot, Ofer, dan Negev. Puluhan tahanan terkena tembakan peluru karet dan beberapa harus dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga:  Laporan PBB: Lebih dari 1.000 Warga Gaza Tewas dalam Setahun Gencatan Senjata, "Garis Kuning" Dianggap Zona Pembunuhan

Bahkan, sejumlah serangan dilaporkan terjadi sejak 6 Oktober. Pihak administrasi penjara diketahui memublikasikan rekaman video penyerangan tersebut, termasuk yang dibagikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (SN/WF)

Berita Terbaru

Musda VII KAHMI Medan Tuntas, Ini 5 Presidium Terpilih Periode 2026–2031

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Musyawarah Daerah (Musda) VII Majelis Daerah...

Paus Leo Kembali Bertugas Secara Bertahap Pascaoperasi Paru-Paru

SumutNews.co, Roma- Langit Roma berbalut mendung tipis pada Minggu...

​KTT Keanekaragaman Hayati COP17 di Armenia: Pertaruhan Terakhir Menyelamatkan Alam Sebelum 2030

SumutNews.co- Yerevan, ​Target perlindungan lingkungan global tertinggal jauh dari...

Menhan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman Datangi Abu Dhabi, Bahas Dinamika Kawasan dan Penguatan Aksi Teluk

SumutNews.co, Abu Dhabi— Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid...

Menolak Tunduk pada Kolonialisme Digital: Menagih Peran Negara Merawat Sumpah Pemuda

Oleh: S Purwadi Mangunsastro (Ketua Yayasan Al Farizi Nusantara) Dua tahun...

Berita Terkait