SUMUTNEWS.CO, SIPIROK – Kinerja tim lapangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Sipirok dalam menangani perawatan jalan penghubung Kecamatan Sipirok menuju Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan wartawan Sumutnews.co, Rabu (21/10/2026), kondisi jalan masih dipenuhi material tanah bekas longsor. Penggunaan alat berat jenis grader terkesan belum memberikan hasil maksimal karena material tanah di tepi jalan masih berpotensi meluncur ke badan jalan dan menimbulkan lumpur yang mengganggu aktivitas masyarakat. Sepanjang 15 Km jalan tersebut hanya dikerjakan seadanya tanpa merapikan bekas material hasil kikisan tersebut.
Badan jalan terlihat tertutup tanah, sementara tebing di sisi jalan tampak terbuka dan menyisakan material yang berpotensi terbawa kembali ke jalan, terutama saat hujan turun.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pekerjaan di lapangan. Pengikisan atau perataan pinggir jalan saja dinilai belum cukup apabila tumpukan material longsor yang menjadi sumber lumpur tidak ditangani secara menyeluruh.

Pihak berwenang diharapkan menelusuri pelaksanaan pekerjaan serta mengevaluasi pengawasan terhadap tim lapangan. Dinas PU Provinsi Sumatera Utara melalui UPT Sipirok juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai metode penanganan yang dilakukan dan langkah lanjutan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Masyarakat pengguna jalan berharap perbaikan dilakukan secara maksimal, bukan sekadar pengerjaan sementara, agar akses penghubung Sipirok–Marancar kembali aman dan nyaman dilalui.
Saat ditemui dikantor PU Perwakilan UPT Sipirok tidak ada yang bisa ditemui, sehingga belum ada keterangan dari pihak Dinas PU Provinsi Sumatera Utara terkait kondisi dan penanganan jalan tersebut.(SN02)