SUMUTNEWS.CO, Medan — Tugas berat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memakan korban jiwa dari garda terdepan bangsa.
Tiga prajurit terbaik TNI Angkatan Darat gugur saat menjalankan operasi pemadaman titik api dari udara di wilayah Kalimantan Tengah.
Berdasarkan informasi resmi, ketiga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara tersebut adalah, Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar R. H., S.H., M.H dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu, 4 November 2026, di perairan Desa Sungai Perlu/Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Ketiganya meninggal dunia setelah helikopter jenis Mi-17V5 yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan fatal saat tengah melaksanakan proses pengambilan air kedua (water bombing) guna menjinakkan amukan api karhutla di wilayah tersebut.
Pengorbanan dan dedikasi para prajurit ini menjadi bukti nyata pengabdian tanpa batas kepada bangsa dan negara dalam melindungi keselamatan masyarakat serta ekosistem dari ancaman bencana.
Seluruh jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan secara bertahap untuk kemudian diterimakan kepada pihak keluarga dan dimakamkan melalui prosesi militer.
Jajaran TNI Angkatan Darat menyampaikan penghormatan tertinggi atas dharma bakti dan pengorbanan almarhum dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. (SN08)