BMKG: 11 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Risiko Karhutla Tetap Tinggi di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung

SUMUTNEWS.CO, Medan — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pemantauan terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan untuk periode 3 hingga 9 November 2026.

Di wilayah Sumatera, terdeteksi 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, tersebar di Jambi (10 titik) dan Kepulauan Bangka Belitung (1 titik). Asap juga terpantau di Sumatera Selatan dan Riau.

Sebaran Titik Panas dan Asap di Sumatera
  • Jambi: 10 titik panas — jumlahnya meningkat dibandingkan periode sebelumnya
  • Kepulauan Bangka Belitung: 1 titik panas
  • Sumatera Selatan & Riau: Terdeteksi sebaran asap di wilayah tersebut
  • Riau: Tidak terdeteksi titik panas dalam 7 hari terakhir.
Baca juga:  Mahasiswa Riau Demo Karhutla: Desak Copot Menteri Kehutanan Raja Juli

BMKG mencatat jumlah titik panas di Jambi mengalami peningkatan, sementara di Sumatera Selatan fluktuatif.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Sebagian besar wilayah Sumatera berpeluang tumbuh awan hujan dengan kategori tinggi (>70%). Hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang berpotensi melanda Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, serta Kepulauan Bangka Belitung. Meski demikian, BMKG mengingatkan kondisi atmosfer yang cukup kering di beberapa wilayah tetap dapat mendukung penyebaran api.

Baca juga:  Jejak Harimau Sumatra Terdeteksi di Pinggiran Bangkinang, Warga Diminta Siaga
Wilayah Sumatera Berisiko Karhutla Tertinggi

Berdasarkan indeks cuaca kebakaran (Fire Weather Index), wilayah Sumatera berada pada kategori Rendah hingga Sangat Tinggi.

Risiko tertinggi berada di wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.

Operasi Modifikasi Cuaca Berjalan di Sumatera

Untuk membantu memadamkan dan mencegah meluasnya kebakaran, BMKG terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca di dua lokasi di Sumatera, yaitu Sumatera Selatan pada 16 Oktober sampai 5 November 2026 dan Sumatera Utara (Danau Toba) pada 21 September hingga 5 November 2026.

Baca juga:  Satgas Penanganan Banjir Pelalawan Tangani Genangan Air di Jalan Sultan Syarif Kasim

Mengingat titik api masih terpantau di Jambi, serta risiko tinggi di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung, BMKG meminta perhatian khusus pada wilayah-wilayah tersebut agar tidak melakukan pembakaran lahan demi mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas. (SN11)

Berita Terbaru

Madina Dapat Bantuan 250 Ribu Bibit Kakao, Obat dan Vitamin Sapi dari Provinsi dan Pusat

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat bantuan...

14 Jam Hilang Kontak, Nelayan Tapteng Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Tengah - Kabar menggembirakan datang dari perairan Kabupaten...

Sore ini BMKG Rilis Peringatan Dini: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Tapsel dan Madina

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Berita Terkait