SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengingatkan para sarjana untuk tetap belajar di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi yang bergerak cepat sehingga bisa beradaptasi dengan tetap mengingat jati diri.
Pesan penting itu disampaikan Bupati Saipullah saat menghadiri prosesi wisuda 519 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (31/01/2026).
“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” kata Saipullah.
Bupati menyampaikan, tantangan sarjana masa kini lebih kompleks dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta arus informasi global yang mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
Meski demikian, dia meyakini sarjana yang mampu beradaptasi bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaan agar lebih cepat dan efisien. “Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah serta tujuan penggunaannya,” pesan dia.
Bupati Saipullah juga mengungkapkan, percepatan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada ketersediaan infrastruktur fisik, tetapi juga ditentukan oleh kualitas, karakter, dan daya saing sumber daya manusia.
“Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi sesama,” tutup Saipullah.
Sebelumnya Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengatakan, keberhasilan para mahasiswa mencapai wisuda merupakan buah dari kesabaran dalam menuntut ilmu serta doa-doa panjang yang akhirnya terwujud.
Untuk itu, dia mengingatkan agar wisudawan tidak lupa diri dengan ilmu yang diperroleh. “Jadikan ilmu sebagai jalan untuk meningkatkan ketundukan kepada Sang Pencipta dan memberikan manfaat bagi sesama,” kata dia.
Mara Samin berharap lulusan STAIN Madina bisa menjadi pelopor yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan keluhuran nilai-nilai keislaman di tengah dinamika modernitas, perkembangan teknologi, dan pergeseran nilai sosial.
“Tampillah sebagai penyejuk, pembawa solusi, dan representasi Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam,” lanjut dia.
Mara Samin berpesaan agar wisudawan senantiasa menjaga adab, akhlak, dan nama baik almamater di mana pun berada.
Dia menambahkan, kepintaran tanpa moral dapat mendatangkan kerusakan. Sebaliknya, ilmu yang dibarengi iman dan akhlak akan membawa kemaslahatan bagi umat.
Prosesi wisuda tersebut dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional, di antaranya Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumatera Utara H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H. Dahlan Hasan Nasution. (SN11)