Dimulai Oktober 2020 Food Estate Humbahas Manfaatkan Lahan 30.000 Hektare

SUMUTNEWS.CO – Humbahas | Program food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) rencananya akan dimulai Oktober 2020 mendatang. Konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan ini akan menggunakan lahan seluas 30.000 hektare.

Diketahui, Kabupaten Humbahas telah ditetapkan Pemerintah Pusat menjadi salah satu dari dua daerah di Indonesia untuk pengembangan food estate. Program triliunan rupiah tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata, serta meningkatkan produksi pertanian secara drastis sehingga mampu menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspo.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan jika program itu berhasil, maka daerah lain di Sumatera Utara (Sumut) yang karakteristiknya mirip dengan Humbahas akan ikut dikembangkan. “Kalau ini berhasil, akan dibuat di seluruh Indonesia. Sumatera Utara akan lebih banyak, paling tidak yang sama dengan Humbahas akan bisa langsung diaplikasikan,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat meninjau lokasi Food Estate Hortikultura, Desa Ria Ria, Pollung, Humbahas, Jumat (11/9).

Food estate tahap pertama, kata Mentan, akan menggunakan lahan 1.000 hektare untuk tanaman kentang, bawang merah dan bawang putih. Sementara total keseluruhan lahan yang akan digunakan sekitar 30.000 hektare. Setiap hektarenya bisa menghasilkan puluhan juta.

Baca juga:  Golkar Sumut Siapkan Pelantikan dan Rakerda, Ketua Panitia: Momentum Konsolidasi hingga Akar Rumput

“Kita mau buat yang orang Indonesia belum lihat. ini tidak hanya untuk Sumatera Utara, tapi Indonesia. Percontohannya ada disini, food estate itu pertama kali di Indonesia,” kata Mentan.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai food estate. Antara lain, lahan, bibit yang bagus, pupuk yang istimewa, mekanisasi, budidaya, hingga pasca panennya. Menurut Mentan semua hal tersebut harus dipersiapkan.

Disampaikan juga, pertanian merupakan sektor yang tahan banting meski di masa pandemi. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan sektor pertanian saat ini tumbuh 22%. Oleh sebab itu, menurutnya food estate akan ikut menggerakkan perekonomian Sumut dan Indonesia.

Mentan mengungkapkan, pada Agustus saja, nilai ekspor hortikultura Indonesia mencapai Rp22 triliun. Bahkan, ekspor dari Januari hingga Agustus totalnya mencapai Rp225 triliun. Menurutnya di saat sektor lain melemah, justru pertanian maju.

“Tandanya pertanian tidak pernah putus. Kita masih banyak komoditi lain. Kedelai kita impor 2 juta ton, kenapa tidak buat sendiri? Bawang hampir 600 ribu ton dan itu hitung-hitungan triliun, kita buat sendiri saja,” ungkap Mentan.

Baca juga:  Gubsu Bahas Percepatan Rumah Subsidi Bersama DPR dan Pengembang

Mengenai manajemen dalam program tersebut, Mentan mengatakan, akan ada dominasi pengaturan antara pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten (pemkab) dan investor. “Karena tentu kalau mau kualitasnya bagus, intervensi permodalan juga harus bagus termasuk mengunakan mekanisasi. Jadi rakyat diberdayakan di setiap hektare,” ujar Mentan.

Wagub Sumut Musa Rajekshah mengharapkan agar food estate bisa dibuka di daerah lain di Sumut. Menurutnya, baru kali ini ada lahan pertanian yang dikelola secara terbuka untuk kepentingan masyarakat dan negara.

“Kita harus bersyukur karena lahan yang begini luasnya. Lahan yang begini suburnya bisa kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang ada di Sumatera Utara, khususnya Humbahas. Mudah-mudahan program ini berhasil. Kami harap Pak Mentan bisa membuka food estate di daerah lain di Sumut,” ujar Wagub.

Wagub mengatakan Pemprov Sumut mendukung program tersebut. Selanjutnya, Pemprov Sumut akan melakukan tugas dan tanggung jawab untuk program tersebut. Apalagi, program ini sejalan dengan misi Pemprov Sumut saat ini yakni prioritas di bidang pertanian. “Kami Pemprov Sumut sangat mendukung. Tugas serta tanggung jawab kami akan kami lakukan di Provinsi Sumut ini,” ujar Wagub.

Baca juga:  Darah Demokrat untuk Ibu Pertiwi

Wagub juga mengapresiasi Bupati Humbahas yang mencoba mengembangkan bawang putih di daerahnya. “Begitu semangatnya melihat Pak Bupati serius, sampai bawang putih yang katanya di negara ini tak bisa ditanam, ternyata di Humbahas hasilnya luar biasa,” kata Wagub.

Pada kesempatan itu, Mentan dan Wagub juga meninjau lahan yang sudah siap ditanami pada Oktober nanti, serta beberapa alat pertanian yang akan digunakan sepanjang program. Bahkan keduanya sempat mencoba traktor yang siap digunakan dalam program food estate tersebut.

Sementara itu, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor menyampaikan lahan Humbahas memiliki keunggulan mulai dari infrastruktur hingga kesuburan tanah. Memang saat ini Humbahas memiliki 3 prioritas hortikultura antara lain kentang, bawang merah dan bawang putih. “Sekali lagi kami sangat senang dan berbangga hati,” ucap Dosmar.

Editor: ARI

Berita Terbaru

SMeCK Hooligan Ingatkan 40 Klub Pendiri PSMS Medan: Jangan Ganggu Fokus Tim

Medan, SUMUTNEWS.CO – Kelompok suporter SMeCK Hooligan meminta 40...

Desakan Menguat: Kasus Kematian Siswi SD di Madina Harus Diusut Secara Cepat dan Transparan

43 Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2026, Sorotan Besar di...

Format Presidium Ditetapkan, KAHMI Medan Gelar Musda VII Lanjutan 10–11 Oktober 2026

SumutNews.co, Medan — Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD...

AFC Siapkan Nations League, Timnas Indonesia Wajib Tembus 18 Besar Asia demi Piala Dunia 2034

Medan, SUMUTNEWS.CO– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dikabarkan tengah...

Peringatan HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Anugerahi Bintang Mahaputra kepada Tujuh Tokoh Pimpinan Bangsa

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81...

Berita Terkait