SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Medan Muslim Harahap mencurigai ada yang mendanai aksi tawuran di Belawan. Muslim curiga pendananya adalah bandar narkoba.
“Aksi tawuran patut dicurigai ada pihak yang memelihara atau mendanai, karena 80% pelaku tawuran mereka adalah pemakai narkoba,” katanya Rabu (7/5/2025).
Ia menyebut aksi tawuran di Belawan terjadi berlarut larut. Hal itu diyakininya sengaja dilakukan bandar narkoba agar usaha ilegal tersebut lancar.
Muslim Harahap menduga aksi tawuran dipelihara untuk pengalihan isu agar bandar leluasa memasukkan barang melalui sejumlah titik di pelabuhan tikus banyak terdapar di wilayah Medan Utara. Untuk itu pihak kepolisian agar jeli menyikapi kondisi sebenarnya dalam upaya meredam aksi tawuran berkelanjutan, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak menjadi sasaran kelompok yang tawuran.
Wakil rakyat yang membidangi keamanan tersebut berharap tawuran tidak terulang kenbali. Aparat keamanan terutama Polisi dapat membangun kerjasama dengan kepala lingkungan serta tokoh masyarakat. “Bila terjadi hal yang mencurigakan orang berkumpul di tengah masyarakat, kepaja lingkungan harus melaporkan ke Polisi. Dan Polisi harus bersikap tegas,” kata politisi Partai Demokrat Kota Medan tersebut.
Muslim Harahap mengatakan, peran kepala lingkungan sangat penting mensiasati gelagat warganya. “Kepling pasti tahu perilaku warganya dan aktivitas yang dilakukan,” ujarnya.
Kapolsek Belawan AKP Ponijo Selasa (6/5/2025) menjadi korban tawuran warga di Belawan. Perwira berpangkat balok tiga emas itu diserang saat melakukan pengamanan tawuran di sekitar Jalan Stasiun Belawan. AKP Ponijo mengalami luka pada wajah dan telah dirawat di rumah sakit.
Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan juga jadi korban akibat tawuran di Jalan Tol Belmera Belawan. Pamen polisi itu akhirnya dinonaktifkan karena menindak tegas pelaku tawuran. (SN01)
Komentar