Fraksi PKS Pernyatakan Besarnya Silpa 2025

SUMUTNEWS.CO, MEDAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tanyakan besarnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaan (SiLPA) Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai Rp592,217 miliar. Angka tersebut meningkat tajam di bandingkan SiLPA TA 2024 sebesar Rp105,253 miliar.

Fraksi PKS tanyakan besarnya SiLPA TA 2025 dalam pemandangan umum fraksi terhadap Penjelasan Wali Kota Medan atas Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Penggunaan APBD 2025 disampaikan, Sri Rezeki, dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan, Senin (15/6/2026).

Rapat paripurna di pimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Cun Sen bersama Wakil Ketua Zulkarnaen. Hadir saat itu Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, para anggota DPRD serta sejumlah pimpinan OPD Pemkot Medan.

Baca juga:  Pj Sekdaprov Sumut Buka E-Learning JFAK 2026, Perkuat Kebijakan Publik Berbasis Bukti

“Apa faktor-faktor penyebab tingginya SiLPA tersebut. Mohon dijelaskan terkait proyeksi dan pemanfaatannya pada tahun anggaran berikutnya,” pinta Sri Rezeki.

Fraksi PKS juga menyoroti persoalan banjir masih melanda wilayah Kota Medan. Hal ini perlu mendapat perhatian serius, terlebih realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan pada tahun 2025 menurun menjadi Rp226,721 miliar di bandingkan tahun 2024 Rp423,161 miliar. “Apa penyebab turunnya belanja infrastruktur tersebut. Apa langkah konkret Pemkot Medan mengatasi persoalan banjir ini,” tanya Sri Rezeki.

Selain itu, sebut Sri Rezeki, Fraksi PKS menilai realisasi belanja daerah TA 2025 masih belum optimal dari target yang telah ditentukan. “Realisasinya hanya mencapai Rp5,8 triliun lebih atau sebesar 82,56 persen dari target. Apa faktor penyebab rendahnya serapan anggaran ini serta strategi apa yang akan diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya pada masa mendatang. Mohon penjelasannya,” pinta Sri Rezeki lagi.

Baca juga:  Bobby Nasution Dorong IPDN Cetak Calon ASN Profesional

Kemudian, sambung Sri Rezeki, Fraksi PKS mempertanyakan menurunnya realisasi pendapatan retribusi daerah tahun 2025 sebesar Rp107,053 miliar di bandingkan tahun 2024 mencapai Rp139,920 miliar. Penurunan paling mencolok terjadi pada retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Rp84,77 miliar menjadi Rp28,45 miliar.

“Pemkot Medan harus menjelaskan secara rinci terjadinya penurunan ini serta langkah optimalisasi pendapatan daerah dan mencegah terjadinya kebocoran,” katanya.

Fraksi PKS, juga mempertanyakan belum tercapainya pendapatan daerah dari sektor pendapatan retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan. Dari target sebesar Rp35,056 miliar, hanya terealisasi Rp29,329 miliar. “Mohon penjelasannya kendala yang dihadapi dan langkah-langkah untuk meminimalisir potensi kebocorannya,” tanya Sri Rezeki lagi.

Baca juga:  Wagub Surya Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Kemudian, tambah Sri Rezeki, Fraksi PKS juga mempertanyakan rendahnya realisasi belanja Bansos pada Dinas Sosial sebesar Rp67,15 miliar atau 83,45 persen. Nilai tersebut lebih rendah di bandingkan realisasi tahun 2024 mencapai Rp70,43 miliar. (SN01)

Berita Terkait

Suryani Paskah Naiborhu Pariban Luhut Pandjaitan Maju Caleg DPR RI PKB Sumut 1

SUMUTNEWS.CO,MEDAN - KPU RI telah mengumumkan daftar calon sementara...

Pelantikan Kosgoro Tapsel dan Kecamatan serta Gema Teriakan Massa Untuk Rasyid Assaf Bupati Tapsel 2024

SIPIROK, SUMUTNEWS.CO- Kegiatan Pelantikan PDK Kosgoro Tapsel dan juga...

Polisi Halau Pendemo Antisipasi Penjarahan di Plaza Medan Fair

SUMUTNEWS.CO - Medan | Tim gabungan dari Polda...

Hadiri Muswil VIII PPP Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan Kader Besarkan Partai Warisan Ulama

SUMUTNEWS.CO - Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy...

Diblokir Sepihak, Warga Medan Menang Gugat Telkomsel

SUMUTNEWS.CO - Medan | Seorang warga Kota Medan, Albert...

Berita Terbaru