SUMUTNEWS.CO, Medan — Dari total nilai perdagangan bilateral Indonesia–Malaysia yang mencapai kisaran 26 miliar dollar AS, Sumatera Utara (Sumut) menyumbang kontribusi signifikan sekitar 1 miliar hingga 2 miliar dollar AS.
Posisi strategis dan potensi besar inilah yang mendasari langkah Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sabtu (10/10/2026), untuk menggenjot daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional, khususnya Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby menyoroti kendala utama yang kerap dihadapi para pelaku usaha lokal di Sumut, yakni mahalnya biaya logistik serta kebijakan pengiriman ekspor konvensional yang kerap mensyaratkan kuantitas atau volume besar dalam sekali jalan.
Akibatnya, pelaku UMKM harus menumpuk stok terlalu lama yang berimbas pada lambatnya perputaran modal usaha.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap kebangkitan ekonomi kerakyatan, Pemprov Sumut menyatakan kesiapan untuk mengalokasikan subsidi transportasi laut lintas negara guna memangkas beban biaya logistik tersebut. Bobby lantas mengusulkan skema pengiriman yang lebih fleksibel bagi para pelaku usaha.
“Kami usulkan pengiriman dalam volume yang tidak terlalu besar tetapi lebih sering, misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama dan perputaran modal mereka bisa lebih cepat dan dinamis,” ujar Bobby dalam rilis yang diterima, Senin (12/10/2026).
Selain itu, Bobby menekankan bahwa posisi geografis Sumatera Utara merupakan keunggulan kompetitif yang luar biasa.
Jarak tempuh dari sejumlah daerah di Sumut menuju Kuala Lumpur atau Penang bahkan jauh lebih singkat dibandingkan dengan jarak ke Jakarta.
Potensi kedekatan wilayah ini harus dikonversi secara optimal menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat kedua belah pihak.
Menanggapi gagasan tersebut, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemprov Sumut.
Ia mengungkapkan bahwa “Sumatera Utara memiliki kepentingan yang sangat besar bagi Malaysia, baik dari aspek perdagangan, perkapalan, pariwisata, medis, maupun pendidikan.
“Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin sangat baik selama ini,” tutur Muzafar.
Lebih lanjut, pihak Kedutaan Besar Malaysia berencana segera mendiskusikan mekanisme teknis pelaksanaan usulan pembukaan jalur laut khusus dan subsidi logistik tersebut, baik melalui regulasi antar-pemerintah maupun dengan menggandeng sektor swasta di Malaysia. (SN06)