SumutNews.co, Makkah – Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, mengecam keras rentetan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak yang diluncurkan milisi Houthi Yaman ke arah Makkah dan Madinah. Al-Sudais menegaskan bahwa kesucian dan keamanan Dua Kota Suci umat Islam tersebut merupakan batas mutlak yang pantang dilanggar sama sekali.
“Keamanan Dua Masjid Suci adalah batas terlarang yang tidak boleh diusik atau ditawar lagi,” ujar Al-Sudais dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor berita pemerintah Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Ahad, 25 Oktober 2026.
Sheik Al-Sudais menyebut serangan berulang tersebut mempertontonkan watak kriminal milisi bersenjata itu terhadap umat Islam dan tempat ibadah mereka. Aksi ini, menurut dia, tidak hanya melanggar ketentuan syariat Islam yang mewajibkan perlindungan tempat suci, melainkan juga menabrak norma hukum humaniter internasional.
Kecaman itu menyusul eskalasi serangan lintas batas sepanjang akhir pekan. Sistem pertahanan udara militer Arab Saudi mencegat setidaknya dua rudal balistik yang meluncur ke wilayah Makkah dan Madinah pada Sabtu waktu setempat.
Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan serpihan proyektil yang berhasil dihancurkan jatuh di sejumlah titik di wilayah barat, termasuk Wadi Al-Mughammas di Makkah, kawasan permukiman Al-Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, hingga Pusat Masturah di Rabigh. Otoritas memastikan tidak ada korban jiwa akibat jatuhnya puing-puing tersebut.
Ketegangan berlanjut hingga minggu dini hari ini. Juru bicara Koalisi Arab untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengonfirmasi pihaknya berhasil merontokkan dua pesawat nirawak penyerang yang membidik kawasan Riyadh sekitar pukul 01.00 dan 05.00 waktu setempat.
Tak lama setelah pukul 06.00 pagi, sirene peringatan ancaman udara kembali meraung di ibu kota, disusul dua dentuman keras saat sistem pertahanan udara merontokkan rudal balistik di langit Riyadh. “Pertahanan udara mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan milisi teroris Houthi ke arah Riyadh,” kata Al-Maliki lewat akun resminya di media sosial X.
Serangan gelombang baru ini berlangsung bersamaan dengan dibukanya kembali sebagian operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Bandara tersebut sempat ditutup menyusul serangan Houthi pada 10 Oktober lalu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Otoritas bandara menyatakan Terminal 1 kini telah dibuka untuk rute domestik dan Terminal 2 untuk penerbangan internasional maskapai nasional. (SN17)