Saudi, Turki, Mesir, dan Pakistan Peringatkan Pendudukan Israel Jadi Sumber Utama Ketidakstabilan Kawasan

SumutNews.co, Istanbul — Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Pakistan secara tegas menyatakan bahwa pendudukan Israel merupakan sumber utama ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah dan dunia global. Penegasan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama usai pertemuan para menteri luar negeri keempat negara yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut menyoroti kebijakan Israel yang dinilai kian memperdalam ketidakadilan global. Keempat negara mendesak implementasi segera solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Mereka turut menuntut penghentian ekspansi permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, penghentian serangan pemukim ekstremis, serta pembukaan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Jalur Gaza.

Baca juga:  Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi yang Mengincar Madinah

Terkait memanasnya situasi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, para menteri menyerukan peningkatan upaya diplomatik guna membendung eskalasi militer lebih lanjut. Mereka menegaskan bahwa krisis kawasan harus diselesaikan murni melalui dialog, seraya mengulangi dukungan terhadap Nota Kesepahaman Islamabad yang telah disepakati Washington dan Teheran pada Juni sebelumnya.

Forum diplomatik ini juga mengutuk keras peningkatan serangan milisi Houthi yang menargetkan warga sipil serta infrastruktur vital di Yaman dan Arab Saudi. Keempat menteri luar negeri mendesak Houthi menghentikan seluruh aktivitas militer dan kembali ke meja perundingan.

Baca juga:  Singapura Bidik Korporasi Penyebab Karhutla di Indonesia

Mereka turut menyoroti serangan terhadap kapal-kapal dagang internasional di Laut Merah serta Selat Bab Al-Mandab yang dinilai mengancam rantai pasok global untuk minyak, pangan, dan pupuk, sekaligus menyerukan pemulihan jalur pelayaran yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz.

Di sela-sela agenda pertemuan di Istanbul, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menggelar pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar untuk membahas penguatan stabilitas keamanan regional. Pertemuan bilateral tersebut sekaligus menegaskan kembali komitmen keamanan di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang disepakati Arab Saudi, Turki, dan Pakistan pada Agustus lalu, di mana Islamabad menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pertahanan kedaulatan Kerajaan Arab Saudi. (SN17)

Berita Terbaru

Dimediasi Melania Trump, Rusia dan Ukraina Sepakati Gencatan Senjata di Oleshky Mulai 27 Oktober

SumutNews.co, Jakarta - Pemerintah Ukraina dan Rusia menyepakati gencatan...

Dini Hari ini, Dua Rudal Houthi Ditembak Jatuh di Arab Saudi, Puing Mendarat di Mekkah hingga Jeddah

SumutNews.co, Riyadh — Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat...

Pelantikan Pengurus NNB Marsada Huta Lombang, Pemko Padangsidimpuan Ajak Pemuda Jadi Benteng Perangi Narkoba

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan — Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengajak Naposo Nauli...

Diusir dari Rumah Sendiri, Ratusan Keluarga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Serangan di Hebron

SUMUTNEWS.CO, Hebron — Koloni Israel melancarkan serangan besar-besaran di...

Aljerin Nilai Sumut ‘Raksasa’ Tidur, Bidang Manufaktur Belum Digarap Maksimal

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Ketua Alumni Jerman-Indonesia (Aljerin) wilayah Sumatera...

Berita Terkait