SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Sumatera Utara (Sumut), kini semakin mudah dijangkau dari Medan untuk keperluan perjalanan bisnis maupun pariwisata.
Kehadiran rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) tak hanya memangkas waktu perjalanan secara signifikan, tetapi juga membuka potensi besar bagi konektivitas perekonomian daerah dan pengembangan pariwisata berbasis alam.
Kawasan Tabagsel menawarkan beragam daya tarik ekowisata kelas dunia. Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terbentang ekosistem hutan hujan tropis Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Sementara itu, di wilayah tetangganya, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terdapat Ekosistem Batang Toru yang menjadi habitat tunggal bagi spesies langka yang terancam punah, Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Jika sebelumnya perjalanan darat dari Medan memakan waktu hingga belasan jam, kini para pelaku usaha maupun wisatawan dapat menjangkau kawasan ini jauh lebih cepat melalui jalur udara.
Penerbangan dari Bandara Kualanamu dan Sebaliknya
Layanan penerbangan komersial yang menghubungkan Medan dengan wilayah Tabagsel dioperasikan oleh maskapai Wings Air melalui rute Bandara Internasional Kualanamu (KNO) menuju Bandara Jenderal Besar AH Nasution (JHN) dan sebaliknya.
Perjalanan udara ini mengandalkan armada pesawat turboprop tipe ATR 72-600 dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Untuk penerbangan dari Bandara Kualanamu menuju Bandara AH Nasution, pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 10.20 WIB dan mendarat pada pukul 11.35 WIB.
Adapun penerbangan sebaliknya dari Bandara AH Nasution menuju Kualanamu dijadwalkan berangkat pukul 11.55 WIB dan tiba pukul 13.10 WIB.
Perjalanan udara yang menempuh durasi sekitar 1 jam 15 menit ini menawarkan tarif dinamis menyesuaikan ketersediaan kursi, dengan kisaran harga mulai dari Rp.886.000 hingga Rp1.239.100 sekali jalan.
Masyarakat dan calon penumpang dapat melakukan pemesanan tiket secara praktis melalui berbagai platform daring. Tiket penerbangan ini tersedia di aplikasi BookCabin, platform resmi Lion Air Group yang juga menyediakan fitur check-in online, serta berbagai agen perjalanan daring (online travel agent) seperti Traveloka, Tiket.com, Trip.com, dan Agoda.
Akses Darat dari Sipirok, Padangsidimpuan dan Panyabungan ke Bandara AH Nasution
Secara administratif, Bandara JHN berlokasi di Desa Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Madina. Posisi bandara ini sangat strategis karena berada di perbatasan antara pusat pemerintahan Madina dan pusat pertumbuhan ekonomi Tabagsel di Padangsidimpuan.
Bagi penumpang yang datang dari atau menuju Panyabungan (ibu kota Kabupaten Madina), jarak tempuh menuju bandara hanya berkisar 20 hingga 30 menit perjalanan darat.
Sementara itu, bagi masyarakat dari Kota Padangsidimpuan, tersedia moda transportasi mobil travel antar-kota menuju Bandara JHN. Perjalanan darat dari Padangsidimpuan menuju bandara ini memakan waktu sekitar 1 jam dengan tarif yang terjangkau, yakni sekitar Rp50.000 per penumpang.
Demikian halnya dari Sipirok (ibukota Tapsel), perjalanan menuju Bandara JHN mencapai 2 jam 35 menit dengan kisaran tarif mobil travel Rp.100.000 per penumpang.
Kehadiran integrasi antara moda transportasi udara dan armada travel darat ini semakin mempermudah mobilitas para profesional, investor, hingga wisatawan yang hendak mengeksplorasi potensi bisnis dan keindahan alam Tabagsel. (SN12)