Hasil Panen Melimpah Tapi Jalan Terbatas — Tantangan Besar Pertanian Madina di 2026

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal – Sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Memasuki Oktober 2026, penguatan sektor pertanian tak lagi hanya soal meningkatkan hasil panen, tetapi mulai bergerak ke pengembangan komoditas unggulan dan perbaikan rantai distribusi agar kesejahteraan petani benar-benar terangkat.

Salah satu langkah nyata dimulai bulan ini, dengan penanaman perdana pisang kepok di Desa Hutatonga, Kecamatan Panyabungan Barat.

Program percontohan ini direncanakan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai lima hektare.

Selain pisang kepok, Pemkab Madina juga mendorong budidaya serai wangi dan nilam sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi membuka pasar baru bagi petani.

Baca juga:  Lantik 38 Kepala Sekolah, Bupati Gus Irawan Tekankan Delapan Standar Pendidikan untuk Tingkatkan Mutu Tapsel
Infrastruktur Masih Jadi Kendala Utama

Namun, jalan menuju kemajuan belum sepenuhnya mulus. Di Desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, hasil pertanian mencapai puluhan ton setiap minggunya, namun akses jalan yang buruk menyulitkan pengangkutan ke pasar.

Sementara itu, pemulihan lahan pascabencana juga masih berjalan, lahan pertanian di Tangga Bosi, Kecamatan Siabu, yang rusak akibat banjir November 2025 sedang direhabilitasi, begitu pula sekitar 10 hektare sawah di Desa Sayur Matua, Naga Juang, yang tertimbun material longsor sejak April 2026.

Baca juga:  Tekankan Posyandu 6 SPM Plus, Bupati Tapsel: Kader Harus Jadi Mata dan Telinga Pemerintah

Data menunjukkan besarnya potensi pertanian di Madina, tercatat 338 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), 2.886 kelompok tani, dan 317 penyuluh pertanian lapangan aktif di wilayah ini.

Artinya, basis petani sangat kuat. Namun, bantuan benih saja belum cukup. Akses jalan usaha tani, irigasi, kepastian pasar, harga yang layak, serta pengolahan hasil pertanian (hilirisasi) menjadi kunci agar hasil panen yang melimpah berbanding lurus dengan pendapatan petani.

Baca juga:  10 Kg Ganja Disamarkan Bersama Batang Pisang, Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi Buron

Pemerintah daerah berkomitmen mendorong sinergi antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, dan pelaku usaha.

Tujuannya sederhana: agar pertanian Madina tidak hanya berproduksi tinggi, tetapi juga memiliki jalan yang layak, pasar yang jelas, dan nilai jual yang meningkat. (SN12)

Berita Terbaru

Jembatan Merah Putih Presisi, Polres Tapsel dan Warga Situmbaga Bangun Konektivitas & Kebersamaan

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Jembatan gantung yang menjadi urat...

Dari Energi Air ke Pasar Dunia, INALUM Perkenalkan Low Carbon Aluminium Indonesia

JAKARTA, SUMUTNEWS.CO - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau...

Kemarin Malam, Serangan Udara Israel Hantam Bus Penumpang di Gaza, 5 Warga Sipil Tewas

SUMUTNEWS.CO, Gaza City — Serangan udara militer Israel menghantam...

Berita Terkait