Wabup Tapsel: Pejabat yang Mundur Wajib Buat Surat Tembusan ke Wakil

SUMUTNEWS.CO- Wakil Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran, MSi, mengatakan pejabat yang mengundurkan diri, selain membuat surat pengunduran diri kepada bupati, juga harus membuat surat tembusan kepada wakil bupati.

Rasyid mengatakan, sudah beberapa pejabat mundur dari jabatannya dan hanya membuat surat pengunduran diri kepada bupati. Hal itu mencerminkan para pejabat itu tidak paham hukum, sosiologis, filosofis dan yuridis

Dalam pemerintahan daerah sebagai diatur oleh UU dan Permendagri, bahwa keberadaan Wakil Kepala Daerah adalah Kepala Daerah yang sah dan diakui dalam tata kelola pemerintahan

Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati dipilih dalam satu paket yang secara prinsip hukum tetap harus diakui eksistensinya .Ketika ada pihak yang tidak paham hukum, maka perlu belajar lagi.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern Senilai Rp22 Miliar, Mantan Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Akhirnya Resmi Ditahan

“Jangan pakai hukum ‘kebiasaan-kebiasaan’ yang cenderung sebagai hukum adat, jangan pakai hukum adat dalam berpermerintahan,” katanya seperti dilansir ANTARA, Minggu (13/11/2022).

Ia mengatakan, hak dipilih sebagai pejabat dan hak mundur sebagai pejabat sebagai sebuah perbuatan hukum. Setiap perbuatan hukum memiliki tanggung jawab materil dan formil.

Hal itu harus dipahami, jika ingin menegakkan roda pemerintahan yang baik dan benar

Menurut Rasyid, pemerintahan yang baik dan benar bukan hanya diukur dari aspek tata kelola keuangan (akuntabel) ansich, tapi aspek transparansi , partisipatif juga harus

“Jangan ada lagi kata-kata ‘sudah biasanya atau sudah kebiasaaan’. Sekali lagi saya katakan jangan pakai hukum adat di pemerintahan,” katanya.

Baca juga:  Wagub Surya Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Birokrasi secara ilmu politik pemerintahan adalah alat politik dalam menjalankan Visi Misi yang tertuang dalam RPJMD, dan sebagai alat politik menjalankan dan mensukseskan implementasi program pembangunan.

Maka wajib bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara sosiologis, filosofis dan yuridis kewenangan mengangkat pejabat birokrasi memang berada pada Bupati/kepala daerah.

Tapi perlu paham hukum bahwa Wakil Kepala Daerah juga memiliki hak mendapatkan informasi sebagai diatur dalam sistem pemerintahan yang berlaku.

Ia menegaskan kewenangan Wakil Bupati bersifat aktif jika kepala daerah wafat, berhalangan tetap, memiliki masalah hukum, maka tidak ada yang mengganti bupati kecuali wakil bupati, bukan pejabat lain.

Selama bupati mampu menjalankan roda kepemimpinan pemerintahan maka memang wakil bupati bersifat cadangan karena di Indonesia tidak dikenal kekosongan kekuasaan dalam menjalankan pemerintahan

Baca juga:  Refleksi Harga Sawit di Sumut pada 19-25 Oktober 2026: Harga Naik, tapi Petani Mandiri Konsisten Tertinggal Terus

“Saya minta pejabat- pejabat yang mundur dari jabatan dimasa depan wajib membuat surat tembusan kepada saya selaku wakil bupati. Demikian juga pejabat baru, wajib memperkenalkan diri kepada saya sebagai posisi yang diakui dalam sistem pemerintahan di republik Indonesia. Itu menandakan kita semua paham hukum formil dan bukan menjalankan hukum ‘adat kebiasaan’ di Tapsel, saya mau melihat mereka-mereka ini,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Musda Golkar Medan, Syaf Lubis Janji Menangkan Bobby – Aulia

SUMUTNEWS.CO - Medan | Musyawarah Daerah (Musda) X DPD...

Bupati Deli Serdang Terima Penghargaan Bappenas, Raih Terbaik 2 Nasional Kategori Kabupaten

SUMUTNEWS.CO, Jakarta — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyerahkan...

F-PKS Usul Honor Kepling Kota Medan Naik

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Fraksi PKS DPRD Medan mengusulkan usulkan...

Apresiasi Baksos Yonmarhanlan I Belawan, Gubernur Harapkan Hal Serupa Diadakan Tempat Lain

SUMUTNEWS.CO - Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy...

Geng Motor Makin Meresahkan, Pimpinan DPRD Medan Minta Polisi Bertindak Tegas

SUMUTNEWS.CO, MEDAN - Aksi geng motor di Kota Medan...

Berita Terbaru