Medan, SUMUTNEWS.CO- Sekitar 20 siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengundurkan diri meski seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup selama mengikuti program tersebut ditanggung negara.
Para siswa tersebut sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat selama sekitar 50 hari. Mereka mulai masuk pada 30 Juli 2026.
Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang mencatat sejumlah alasan yang membuat para siswa memilih meninggalkan sekolah. Salah satu faktor utama adalah ketidakmampuan siswa beradaptasi dengan kehidupan yang mengharuskan mereka tinggal jauh dari orang tua.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang, Khairuddin Hariman Siregar, mengatakan sebagian siswa merasa tidak betah karena harus berjauhan dengan keluarga.
“Ada yang memang enggak bisa enggak dekat sama orang tua. Ada juga yang malah orang tuanya jemput karena enggak bisa jauh sama anaknya. Ada sekitar 20 orang juga itu yang sudah keluar sampai sekarang,” ujar Khairuddin, dikutip dari laporan sejumlah media.
Selain faktor keluarga, lingkungan pertemanan di kampung juga disebut menjadi salah satu alasan siswa memilih mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat.
Menurut Khairuddin yang akrab disapa Rudi, siswa yang keluar berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
Pemerintah Siapkan Siswa Pengganti
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini menyiapkan calon siswa pengganti untuk mengisi kursi yang ditinggalkan siswa yang mengundurkan diri.
Rudi mengatakan proses pencarian calon siswa pengganti akan dilakukan melalui aplikasi SETARA milik Kementerian Sosial.
Melalui aplikasi tersebut, pemerintah dapat melihat data calon siswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
Calon siswa dari kelompok Desil 1 dan Desil 2 menjadi prioritas dalam proses penggantian peserta didik.
Penetapan siswa pengganti selanjutnya akan dibahas melalui rapat pleno yang melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial, Inspektorat, dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.
“Ini saya mau ke Hamparan Perak ini, ke Sekolah Rakyat, cek pengganti. Ada cadangan juga dan mau dibuat rapat pleno,” kata Rudi.
Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang berada di Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak. Pada awal tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 419 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah tersebut.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang melayani pendidikan untuk jenjang SD, SMP dan SMA dengan sistem berasrama.
Para siswa mulai menjalani pendidikan pada 30 Juli 2026. Waktu dimulainya kegiatan tersebut lebih lambat dibandingkan sekolah pada umumnya karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat sebelumnya belum sepenuhnya rampung.
Program Sekolah Rakyat menyediakan pendidikan sekaligus kebutuhan hidup siswa selama berada di lingkungan sekolah. Namun, pengalaman sekitar 20 siswa yang memilih mengundurkan diri menunjukkan bahwa faktor adaptasi dan keterikatan dengan keluarga turut menjadi tantangan dalam menjalani pendidikan berasrama di Deli Serdang.
Pemerintah daerah kini menyiapkan calon siswa pengganti agar kursi yang ditinggalkan peserta didik yang mengundurkan diri dapat kembali terisi.