Medan, SUMUTNEWS.CO – Kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang sempat viral karena mengalami tekanan psikologis usai sidang skripsinya dibatalkan sebanyak 12 kali, kini menunjukkan perkembangan positif. Pihak kampus telah turun langsung memberikan pendampingan dan jaminan pemenuhan hak akademiknya.
Kasus ini mencuat setelah video Jessica menangis histeris viral di media sosial pada beberapa waktu lalu. Dalam rekaman berdurasi sekitar 31 detik itu, ia tampak sangat tertekan saat mengetahui jadwal sidang skripsinya kembali dibatalkan mendadak. Informasi yang beredar menyebutkan, pembatalan berulang itu terjadi saat sidang sudah diambang pelaksanaan, bahkan diduga dilakukan oleh dosen penguji yang sama. Peristiwa itu memicu tekanan psikologis yang membuat Jessica harus menjalani perawatan medis dan mengalami depresi.
Rektor Undana Jefri S. Bale didampingi jajaran pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan pun segera menjenguk Jessica yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Wirasakti Kupang. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan prioritas utama saat ini adalah pemulihan kesehatan Jessica.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung. Kami sudah bertemu keluarga dan Jessica. Saat ini yang utama adalah fokus pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Jefri, Rabu (5/8/2026).
Menurut Jefri, meski masih membutuhkan perawatan lanjutan, kondisi Jessica saat ini sudah jauh lebih baik dibanding beberapa hari sebelumnya. Pihaknya juga mengonfirmasi bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah berkomunikasi secara langsung melalui panggilan video untuk memberikan dukungan moril agar Jessica segera pulih dan dapat menyelesaikan studinya.
Terkait penanganan kasus ini, Wakil Rektor IV Undana Philiphi de Rozari menegaskan pihak kampus menerapkan prinsip tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran etika maupun aturan akademik. Saat ini tim masih mengumpulkan fakta dan keterangan dari seluruh pihak terkait untuk mengambil keputusan yang objektif. Selain itu, Undana juga berencana mengevaluasi prosedur akademik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Keluarga sebelumnya juga menyampaikan keberatan atas pembatalan berulang tersebut, mengingat Jessica telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dengan baik, antara lain memiliki Indeks Prestasi Kumulatif di atas 3,5 serta kelengkapan administrasi yang lengkap dan tepat waktu. (*)






Komentar