Ukraina Hujani Moskow dengan 1.600 Drone, Kilang Minyak Terbakar saat Pemilu Rusia

SUMUTNEWS.CO, Medan — Ukraina melancarkan gelombang serangan drone terbesar sepanjang tahun 2026 dengan mengerahkan lebih dari 1.600 unit pesawat nirawak ke wilayah Rusia.

Berdasarkan laporan Reuters dan kantor berita Ukraina, RBC-Ukraine, serangan masif ini berlangsung pada Minggu dini hari hingga pagi WIB, 20 September 2026, sekitar pukul 05.00 hingga 10.00 WIB kemarin waktu Indonesia, dengan sedikitnya 450 drone menyasar kawasan ibu kota Moskow dan sekitarnya.

Eskalasi militer ini bertepatan langsung dengan hari terakhir pemungutan suara Pemilu Parlemen (Duma) Rusia 2026.

Sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse (AFP), fasilitas strategis, mulai dari kilang minyak hingga kompleks pemukiman warga di Moskow, mengalami kerusakan akibat hantaman drone maupun serpihan hasil penangkisan sistem pertahanan udara.

Kilang Minyak Kapotnya dan Pemukiman Terbakar

Dikutip dari kantor berita resmi Rusia, TASS, sebuah unit pengolahan di Kilang Minyak Moskow (Moscow Oil Refinery) yang terletak di Distrik Kapotnya, sekitar 15 kilometer dari Istana Kremlin, terbakar hebat setelah dihantam drone. Kobaran asap hitam membumbung tinggi di langit selatan Moskow sepanjang Minggu pagi.

Tak hanya fasilitas energi, serpihan drone yang ditembak jatuh juga menghantam kawasan pemukiman padat penduduk. Laporan saluran berita Rusia RIA Novosti menyebutkan bahwa di Distrik Ramenskoye, puing-puing penangkisan memicu kebakaran di atap gedung apartemen 21 lantai dan memaksa sedikitnya 400 warga dievakuasi.

Baca juga:  Malaysia Menanti Lampu Hijau Indonesia untuk Kirim Bantua Karhutla 

Sementara di Sofyino, bangunan apartemen tiga lantai dan puluhan kendaraan warga rusak berat.
Kementerian Kesehatan Daerah Moskow, seperti dilansir BBC, mengonfirmasi sedikitnya dua warga sipil tewas dan lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Klaim Rusia dan Gangguan Penerbangan

Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengklaim sistem pertahanan udara Angkatan Bersenjata Rusia berhasil menggagalkan upaya musuh untuk melumpuhkan pusat pemerintahan.

Menurutnya, ratusan drone berhasil dijatuhkan sebelum mencapai target utama. “Musuh mencoba mengganggu jalannya hari terakhir pemungutan suara Pemilu Parlemen, namun upaya sabotase ini berhasil kita patahkan,” ujar Sobyanin melalui saluran Telegram resminya, yang dikutip TASS, Minggu (20/9/2026).

Akibat ancaman keamanan udara yang intensif tersebut, Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) sempat menutup sementara seluruh aktivitas penerbangan di empat bandara utama Moskow, yakni Sheremetyevo, Vnukovo, Domodedovo, dan Zhukovsky.

Menurut laporan Interfax, puluhan penerbangan domestik maupun internasional terpaksa dialihkan dan mengalami penundaan massal.

Baca juga:  Satu Hari Dua Bara: Pertempuran Marib dan Ledakan Depot Senjata Aleppo Timur Tengah

Respon Putin: Tidak Ada yang Bisa Menakut-nakuti Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan tanggapan keras terkait rentetan serangan udara dan upaya gangguan yang bertepatan dengan pelaksanaan pemilu.

Dalam pidato resminya yang disiarkan di televisi nasional, Putin menegaskan bahwa gelombang intimidasi dari pihak Ukraina tidak akan berhasil menggoyahkan persatuan nasional maupun memengaruhi legitimasi proses politik di Rusia.

“Pilihan dan kehendak Anda akan sekali lagi membuktikan bahwa jutaan rakyat berdiri teguh di belakang prajurit kita. Kita adalah bangsa yang bersatu, diikat oleh nilai-nilai bersama, ingatan sejarah, dan kecintaan pada tanah air, tidak ada seorang pun yang akan berhasil memecah belah atau menakut-nakuti kita,” ujar Putin.

Menanggapi eskalasi serangan drone ke wilayahnya, Kremlin menyatakan akan mengintensifkan serangan balasan terhadap pusat-pusat logistik dan infrastruktur strategis Ukraina.

Zelenskyy: Balasan atas Serangan Udara Rusia

Dari Kyiv, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui pernyataan resminya di media sosial X dan pidato publik yang dirilis juga, membenarkan bahwa pasukan militernya melakukan operasi balasan jarak jauh berskala besar ke jantung wilayah Rusia.

Dikutip dari kantor berita resmi Ukraina, Ukrinform, Zelenskyy menegaskan operasi ini dirancang untuk melumpuhkan mesin perang dan infrastruktur logistik penopang invasi Moskow.

Baca juga:  California Batasi Media Sosial Anak: Larang Fitur Adiktif dan Notifikasi Malam

“Serangan balasan kami memberikan hasil yang sangat signifikan pada sasaran militer dan energi di wilayah Moskow pada Minggu dini hari. Satu fasilitas kunci industri minyak dan situs logistik penopang mesin perang berhasil dihantam,” kata Zelenskyy, sebagaimana dilaporkan The Kyiv Independent.

Laporan RBC-Ukraine menambahkan bahwa operasi gabungan ini melibatkan Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Pasukan Sistem Tanpa Awak (Unmanned Systems Forces), serta Intelijen Militer (GUR).

Berbagai jenis alutsista tak berawak buatan domestik Ukraina, seperti Liutyi, Palianytsia, Flamingo, hingga Pelican, dikerahkan secara bergelombang untuk menembus benteng pertahanan udara Rusia.

Pemerintah Ukraina menyatakan serangan ini merupakan respons atas tindakan Rusia yang meluncurkan lebih dari 2.000 drone tempur, 1.700 bom udara, dan belasan rudal ke pemukiman warga Ukraina dalam sepekan terakhir. (SN08)

Populer Minggu ini

KUPA-PPAS Disepakati, Bupati Saipullah Tekankan Pelaksanaan Tepat Sasaran dan Bertanggung Jawab

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab...

Dua Medali Dibawa Pulang ESI Tapsel dari Kejurprov E-Sport Sumut 2026

SUMUTNEWS.CO, Tapanuli Selatan - Kontingen E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten...

Dua Karyawan PT PHI Ditahan Polres Palas, Dugaan Penggelapan Rugikan Perusahaan Rp3,1 Miliar

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres...

Berita Terkait