Ancaman Konflik Memanas, Pakta Pertahanan Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye Siap Beroperasi

Sumutnews.co, Jakarta — Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menegaskan bahwa pakta pertahanan bersama yang mengikat Pakistan, Arab Saudi, dan Turkiye akan segera diaktifkan jika limpahan konflik menembus wilayah Arab Saudi. Sikap tegas ini merespons eskalasi ketegangan yang kembali memuncak di kawasan Timur Tengah.

“Agresi terhadap satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap ketiga negara,” ujar Asif dalam siaran televisi Pakistan, sebagaimana dilansir Reuters.

Asif menekankan bahwa ketiga negara tidak akan tinggal diam jika wilayah kerajaan tersebut terseret ke dalam pusaran konflik.

Baca juga:  Trump Desak Zelensky Buat Kesepakatan dengan Rusia: Rakyat Ukraina Tak Sanggup Lagi

“Tidak ada ambiguitas atau keraguan. Agresi tanpa provokasi atau limpahan ke Arab Saudi dipastikan akan membuat perjanjian ini beroperasi,” ungkapnya.

Menurut sumber dari Pakistan, pejabat Arab Saudi telah menggelar pertemuan dengan perwakilan militer Pakistan dan Turkiye di Riyadh untuk mengoordinasikan respons bersama. Kendati demikian, peran militer Pakistan ditegaskan bersifat defensif, sebatas memberikan dukungan teknis, udara, maupun darat di dalam wilayah Arab Saudi tanpa terlibat operasi tempur di luar negeri. Seorang diplomat senior kawasan menyebutkan bahwa pesan peringatan tersebut telah disampaikan ke Teheran dalam 24 jam terakhir.

Baca juga:  Tekanan di Yerusalem, Keluarga Palestina Dipaksa Hancurkan Rumah Sendiri

Berbeda dengan klaim tersebut, dua sumber internal Iran mengungkapkan hal yang bertolak belakang. Teheran disebut telah memerintahkan kelompok Houthi pekan lalu untuk melancarkan serangan ke Arab Saudi dengan iming-iming tambahan dana dan senjata. Beberapa komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan dilaporkan telah melawat ke Yaman untuk membantu mengoordinasikan gempuran tersebut.

Baca juga:  Mutilasi Jenazah Tentara Yaman: Bukti Houthi Injak-injak Kode Etik Perang

Sinyal ketegangan ini memuncak setelah kelompok Houthi melancarkan serangan besar pada Selasa, 8 September 2026. Serangan tersebut menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait serta sejumlah fasilitas minyak di kota-kota sekitarnya ( SN08)

Berita Terbaru

AS dan Jepang Sepakat Bangun Pabrik Rudal, Antisipasi Agresi Cina di Kawasan

SumutNews.co, Cebu - Amerika Serikat dan Jepang menyepakati pembentukan...

Netanyahu Gagal Mayoritas, Koalisi Partai Oposisi-Partai Arab Menang 67 Kursi

Sumutnews.co, YERUSALEM – Presiden Israel Isaac Herzog menaruh asa....

Sumpah Pemuda ke-98, JMSI Tabagsel Siap Berkontribusi Bangun Daerah

SUMUTNEWS.CO, Padangsidimpuan – Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia...

Padang Lawas Teken Pakta Integritas, Perangi Narkoba Hingga ke Tingkat Desa

SUMUTNEWS.CO, Padang Lawas — Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas)...

Wings Air Tutup Rute Medan–Madina, Namun Nama Rute Masih Muncul di Platform Tiket

SUMUTNEWS.CO, Mandailing Natal — Wings Air secara resmi menghentikan...

Berita Terkait