Gelar Dialog Publik, Ketua KNPI Sumut: Kolaborasi Penting Untuk Menyatukan Potensi dan Gerakan Pemuda

SUMUTNEWS.CO – Medan | Menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75, Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Sumatera Utara (DPD KNPI Sumut) menggelar kegiatan dialog publik, Jumat (14/08/2020) di Stadion Cafe, Medan.

Narasumber dalam dialog Publik bertema “Pemuda Merdeka, Menuju Indonesia Maju” tersebut antara lain Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan, Anggota DPD/MPR RI Dedi Iskandar Batubara, Wakil Ketua DPP KNPI Sugiat Santoso, dan Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah. Serta dimoderatori oleh Wakil Sekretaris KNPI Sumut Fajar Siddik.

Dalam pemaparannya, Dedi Iskandar Batubara menjelaskan bahwa terdapat dua hal yang menjadi indikator bahwa pemuda telah merdeka dan dapat mengisi peran sebagai pihak yang berkontribusi dalam memajukan negara.

“Pertama, dalam kondisi yang serba sulit ini, pemuda harus berani ambil resiko. Jadi pemuda belum bisa dikatakan merdeka jika masih banyak mempertimbangkan resiko dalam bertindak dan bergerak,” katanya.

“Kedua, pemuda-pemuda yang akhirnya berhasil dan sukses, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk daerah dan negara, adalah pemuda yang fokus pada satu tujuan,” sambung pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris KNPI Sumut tersebut.

Serupa dengan Sugiat Santoso, ia juga menyebutkan ada dua hal yang harus dimiliki pemuda dalam mengembangkan jati diri, gagasan, dan gerakannya. Antara lain kemandirian dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Saya yakin banyak pemuda Indonesia yang punya potensi luar biasa, tapi tidak mampu memaksimalkannya dan menjadikannya sebagai dasar untuk mengembangkan diri. Akhirnya ketika tidak mampu memaksimalkan potensi, pemuda tidak bisa mandiri,” jelasnya.

“Padahal kemandirian wajib ada pada diri di setiap pemuda, menandakan dia sudah merdeka,” sambung Sugiat.

Samentara Samsir Pohan menilai bahwa potensi dan karakteristik khas yang dimiliki pemuda tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada gerakan kolaborasi. Mengisahkan tentang perjuangan Soekarno dan tokoh revolusi lainnya, Samsir Pohan mengutarakan bahwa mereka dahulu menggunakan semangat gotong-royong.

“Saya sepakat dengan yang disampaikan Bang Dedi Iskandar Batubara dan Bang Sugiat, bahwa pemuda yang merdeka itu memiliki karakteristik khas, kemandirian, dan potensi yang dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

“Namun pemuda tidak bisa berbuat apa-apa jika potensi dan gerakan yang ada tidak dikolaborasikan. Jadi kolaborasi itu penting untuk menyatukan potensi dan gerakan pemuda dalam konteks pembangunan daerah dan negara,” tambah Samsir Pohan.

Terakhir, Azlansyah menyampaikan bahwa pemuda dan mahasiswa tidak boleh berhenti melahirkan gagasan dan gerakan dalam mengisi kemerdekaan.

“Kita harus terus bergerak, walau kondisi sesulit apapun, karena pemuda adalah harapan masyarakat. Begitu juga dengan aktivis mahasiswa, setiap gerakan harus bisa memberi kontribusi untuk masyarakat,” tandasnya.

Editor: Why

Berita Terkait

KNPI Sumut Serahkan Face Shield Untuk Panitia Qurban PW Muhammadiyah

SUMUTNEWS.CO - MEDAN | Pengurus DPD KNPI Sumatera Utara...

Dianggap Tidak Berdampak Bagi Pariwisata Danau Toba, Mahasiswa Soroti Manajemen dan Anggaran BPODT

SUMUTNEWS.CO - Medan | Sejak Badan Pelaksana Otorita Danau...

Presma UMN Medan : Berlakukan Tarif Internet Satu Harga Atau Kami Demo

SUMUTNEWS.CO - MEDAN | Presiden Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara...

Di Hari Kemerdekaan, TKP Berikan Bantuan Warga Sekitar Gunung Sinabung

SUMUTNEWS.CO - Karo | Tempat Kita Peduli (TKP) Kembali...

Banjir Bandang NTT, Kajari Sabu Raijua: Kita Bantu Korban Terdampak Kabupaten Sabu Raijua

SUMUTNEWS.CO - Kupang | Kejaksaan Negeri Sabu Raijua, Bapak...

Berita Terbaru